The Way You Look

by - Januari 20, 2016


Senin, 18 Januari 2016

Hari ini adalah hari perayaan ulang tahun sekolah yang ke-68, ada berbagai kegiatan yang diadakan mulai dari yang namanya porseni, pembukaan liga sepakbola, lomba band dan lomba menghias tumpeng. Sebetulnya, acaranya cukup menarik dan begitu meriah, tapi seseorang justru menyita perhatianku.

Orang itu masih sama seperti ceritaku pada artikel sebelumnya, ia adalah ‘Lelaki yang selalu memintaku untuk memanggil dirinya dengan sebutan “mas” ’.  

Lelaki pertama yang berhasil mendekati dan mencuri hatiku pada masa SMA-ku ini. Lelaki pertama pula yang berhasil memboncengi dan mengantarku hingga sampai rumah. Rasanya sudah hampir setengah tahun aku mengenalmu, tapi apa yang terjadi diantara kita sudah tak lagi sama seperti beberapa bulan lalu saat pertama kali kenal dan kenyataannya hingga saat ini aku masih belum bisa melupakanmu walau sedikitpun tak pernah berhasil.

Dan satu kenyataan lagi yang kutemukan hari ini, yang membuatku semakin tak bisa melupakanmu adalah tatapan hangatmu yang masih selalu sama ketika kita berpapasan dan ketika kita berada di satu tempat yang dapat dijangkau oleh pandangan masing-masing.

Ketika itu, aku sedang melihat band-band yang sedang tampil di atas panggung. Aku tak sengaja melihatmu sedang berjalan kesana kemari, entah apa yang kau kerjakan, kau terlihat begitu sibuk mengurusi acara yang sedang berlangsung, ya aku tau kau memang panitia acara jadi wajar saja jika kau terus berkeliaran dan nampak sibuk. Tapi, ditengah kesibukanmu itu aku beberapa kali menangkap mata itu tengah mengarah padaku, ya mata kita bertemu tapi dengan singkat saling membuang pandang begitu tertangkap basah sedang memperhatikan satu sama lain. Hal itu terjadi hingga beberapa kali dan yang aku lihat bahwa kau selalu berada disekitarku selama aku berada di area panggung, beberapa kali kau terlihat berlalu lalang disekitarku, ketika aku berpindah tempat mendekati panggung;berusaha menghindarimu, kau justru kembali berlalu lalang didekatku, mencoba menerobos sekumpulan manusia yang ada ditempat itu. Dan terakhir yang aku lihat, kau berdiri didekat salah satu stand makanan bersama seorang lelaki yang merupakan anggota osis seangkatanku dan kembali terlihat tengah memandang kearahku dari tempatmu berdiri dan menunjuk kearahku sesekali. Aku sedikit merasa takut begitu kau menunjuk-nunjuk kearahku bersama lelaki itu. Setelah itu, aku memilih untuk menjauh dari area panggung dan berdiri didekat tempat lomba menghias tumpeng, kau kembali mendekat kearah meja untuk lomba tumpeng dengan alasan menghampiri salah satu perempuan yang kuyakini adalah teman satu kelasmu. Aku tak mengerti dengan sikapmu yang seperti ini. Setelah itu, aku dan teman-temanku kembali ke kelas dan tak lagi kembali ke area panggung dengan alasan lelah dan panas.

Satu lagi,
Beberapa hari setelah acara tersebut, aku menemukan sebuah foto yang berhasil membuatku kehilangan nafas hingga membuatku teramat sesak menahan air mata yang mati-matian ku jaga agar tak mengalir begitu saja dari kedua mataku. Aku menemukan foto dirimu bersama kekasih baru-mu itu di media sosial milik kekasihmu, foto itu diambil ketika acara berlangsung, kau dengan kemeja batik dan name tag sebagai panitia acara, sedangkan ia memakai pakaian adat dari Aceh untuk penampilan tari saman dari ekstra yang ia ikuti. Ya, selamat untuk kalian berdua. Selamat telah membuatku patah hati yang teramat dalam.


Semoga langgeng, ya!



Teruntuk,
Lelaki yang memiliki mantan kekasih
dengan nama awal yang sama denganku

You May Also Like

0 komentar