Beberapa menit yang menyenangkan..
Yaitu ketika bisa melihatmu kembali
Satu bulan menjadi waktu yang cukup
Untukku hengkang dari duniamu
Hari ini dan kemarin mengembalikanku utuh
Kepada dirimu yang nan jauh
Terasa dekat tuk ku berlabuh
Harapku padamu selalu penuh
Tanpa sadar rasa itu tumbuh..
Lagi dan lagi.
Lalu tak lama buatku jatuh
Aku lupa kau selalu begitu
Hadir sebentar, 
mengingatkanku akan cinta manusia yang fana
Pada akhirnya, 
seperti itulah Tuhan menyentilku tuk kembali..
hanya kepada-Nya.


Semarang, 4 Mei 2018
— tulisan yang baru sempat ter-posting di Agustus 2022 ini karena kehabisan kata-kata tuk melanjutkannya dan selama ini hanya tersimpan rapi di draft.