The Man

by - Januari 24, 2016


Rabu, 20 Januari 2016 

Hari ini adalah hari dimana aku melihat dirimu sebagai seorang laki-laki bukan sebagai teman satu kelas seperti biasanya. Hal ini berawal hanya karena mimpi semalam yang entah kenapa mimpi itu bisa membuat jantungku berdetak hebat ketika aku terbangun dan masih terus memutar kejadian-kejadian di mimpi itu hingga seharian.

Mulanya, tepat kemarin hari Selasa 19 Januari, aku beraktivitas disekolah seperti biasa hingga saat pulang sekolah, aku pulang bersama teman sebangku-ku, aku meminta dia mengantarku sampai depan gang dari jalan raya menuju rumahku. Saat itu aku dibonceng dengan posisi miring, saat keluar dari lingkungan sekolah, aku melihatmu dan kau pun melihat kearahku, saat itu kau sedang berjalan menuju halte bus trans yang akan kau naiki untuk bisa sampai dirumahmu. Saat mata kita bertemu itu, aku ingin menyapamu hanya untuk sekedar mengucapkan ‘aku duluan ya’, tetapi kuurungkan karena setelah kuingat lagi, kita tak begitu akrab, saling berbicara saja tak pernah. Jadi, kuputuskan untuk berlalu begitu saja sambil memandangmu.

Lalu malamnya, entah tak seperti biasanya aku tak bisa tidur. Saat waktu menunjukkan pukul 22.00 aku semakin gelisah karena tak bisa tidur, padahal biasanya saat masih hari sekolah aku akan tidur lebih awal untuk menghindari bangun kesiangan di pagi harinya. Hampir semalam aku terjaga, namun berakhir dengan tertidur sendirinya seiring dengan aku terus memejamkan mata.

Hingga ketika aku tertidur itu aku bermimpi, mimpinya saat itu aku berada di kota asalku di Pangkalanbun, saat itu aku ingin pergi kerumah salah seorang sahabatku, namun saat diperjalanan aku melihat awan menghitam yang itu berarti pertanda akan segera turun hujan lebat, segera aku berputar balik kembali kerumah, namun belum sampai kerumah tiba-tiba hujan deras terjadi begitu hebat, aku memilih untuk berteduh disalah satu warung dipinggir jalan, disitu ada dirimu yang sedang duduk-duduk yang sepertinya juga sedang berteduh menunggu hujan reda.

Awalnya, kita hanya saling menatap, namun lama kelamaan aku mulai merasakan hawa dingin menyeruak masuk dalam tubuhku, hingga aku menggosok-gosokkan kedua telapak tanganku untuk memberi kesan hangat. Tapi, kamu mencoba mendekat kearahku dan langsung menggenggam kedua tanganku dan mendekatkannya pada bibirmu, kau pun meniup-niupkan dan menghembuskan nafasmu pada telapak tanganku, aku bisa merasakan kehangatan itu.

Hanya itu yang kuingat dalam mimpiku, kalian tau sendiri kan bahwa manusia tidak dapat mengingat mimpinya sendiri setelah 10 menit ia terbangun dari tidurnya. Satu lagi yang masih menimbulkan tanda tanya dalam diriku, apakah kalian pernah dengar jika seseorang merasa terjaga pada malam hari saat ia akan tidur, itu berarti ada seseorang diluar sana yang sedang memikirkanmu. Lalu pertanyaanku sekarang, apa mungkin kamu sedang memikirkanku saat itu? Hingga membuatku terjaga dan memimpikan dirimu? Padahal, kita bahkan tak pernah bercengkerama sekalipun, melihat satu sama lain pun bisa dibilang tak pernah.

Tetapi, paginya ketika aku baru sampai kelas, aku bisa melihat kau tengah memperhatikanku berjalan dari pintu ruang kelas hingga aku sampai pada kursi-ku. Pandanganmu seperti mengikuti setiap pergerakanku, hal itu terjadi lagi dan lagi setiap kali aku pergi ataupun masuk ke ruang kelas. Entah ini hanya perasaanku saja atau memang benar.

"Kenyataan memukulku telak, kita hanya ada dalam mimpi." Untitled page 17 (from Wattpad)


Teruntuk,
Lelaki dengan
nama punggung
 “MAN”

You May Also Like

0 komentar