Senyum dan Tawa

by - Februari 25, 2014


Mata-ku tergerak mengikuti setiap gerak gerikmu
Disetiap langkah yang kau tapaki di jalan yang berbeda
Ku tatap  mata indah itu yang hampir disetiap detiknya kau kedipkan
Ku rasakan hembusan hangat nafas itu melalui hidung panjang-mu

Ku pandangi siluet wajah-nya
Ku pandangi setiap garis mata-nya, mata indah itu
Ku pandangi setiap lekuk senyum yang terukir di bibir-nya, senyuman khas itu
Senyuman indah yang otomatis selalu membuat senyum di bibir-ku ikut mengembang

Inilah suatu hal yang sulit kulepaskan dari-nya
Begitu sulit bagiku untuk melepaskan pandangan ini dari-nya
Aku takut, jika aku melepaskan pandangan ini, ia akan pergi
Pergi menghilang dariku, dari hadapanku, dari hidupku

Tapi, inilah yang aku suka…
Memandangmu, memperhatikanmu, melihatmu dalam jarak diantara kita
Jarak yang berarti sebagai batas antara kau dan aku
Bukan berarti jarak itu yang memisahkan kita

Aku suka cara-mu menatap-ku
Aku suka cara-mu melihat-ku
Aku juga suka cara-mu memandang-ku
Kau melihat kearah-ku dalam canda
Begitu juga dengan aku melihatmu dalam canda itu
Seakan kita sedang tertawa bersama
Mata-mu tak bisa bohong, tak dapat memungkiri semua tawa yang hadir bersama
Cara-mu memandang itu yang bisa menghadirkan tawa kecil-ku
Candaan sederhana dengan cara yang sederhana-lah yang dapat menghasilkan tawa yang sederhana pula

Kau adalah alasan mengapa senyuman ini otomatis mengembang ketika melihat senyum-mu
Kau juga adalah alasan mengapa tawa ini selalu hadir mengisi setiap canda-mu

Senyum dan tawa-mu menjadi bahagia-ku
Tangis-mu menjadi perihku jua
Tapi, tak selamanya senyum dan tawa-mu itu menjadi kebahagiaan-ku.
Senyum dan tawa-mu itu bisa saja menjadi penghancur mood terberat-ku, perusak hari-ku, melemahkan semangat-ku, membunuh semua senyum dan tawa-ku hingga mati rasa
Semua bergantung pada-mu
Ya, senyum dan tawa itu ditujukan pada siapa 



You May Also Like

0 komentar