Senin, 16 Desember 2013

FRI(END)SHIP


Hari ini, aku sudah membaca artikel terbarumu itu yang isinya mengenai aku, kau, dia dan kita. Tampaknya, sekarang kita sudah tak bisa saling berbagi kisah secara langsung, dari hati ke hati, saling menatap satu sama lain. Sepertinya sudah tak bisa! Kita bahkan sekarang hanya bisa bebagi kisah satu sama lain melalui blog kita masing-masing. Lalu, salah satu diantara kita bisa membacanya dan seperti berbalas-balasan surat seperti ini. Aku tak mengerti, mengapa pertemanan kita rasanya terhenti untuk saat ini. Disini, aku yang salah dan bukan kau. Seharusnya, kita tak perlu saling menyalahkan diri sendiri, karena aku tak suka jika kita saling menyalahkan diri sendiri seperti ini. Ah yasudahlah!

Jujur saja, aku sangat amat.............. menyesal atas apa yang telah aku perbuat tempo hari di rumahmu. AKU MENYESAL! Seandainya waktu dapat ku putar. Aku ingin sekali kembali ke hari itu saat di rumahmu, lalu menarik semua ucapan itu yang membuatmu terpukul, yang membuat persahabatan kita merenggang, yang membuat kita menjadi seperti saat ini. Aku bahkan sudah menganggapmu sebagai sahabatku. Seandainya aku tau jika semuanya akan berakhir seperti ini, mungkin aku takkan pernah melontarkan pernyataan itu dan aku akan lebih memilih untuk mengubur dalam-dalam semua perasaanku padanya (lelaki yang kau cinta) dan memilih untuk mendukung hubunganmu dengan dia. Argh! INI SALAHKU! TUHAN, SEANDAINYA WAKTU DAPAT KU PUTAR. Tapi, sayangnya aku tak bisa memutar waktu.

Kini, hubungan kita sudah tak seperti dulu lagi. Kau sudah mempunyai teman dekat yang baru, dan itu bukan aku. Kini, kemanapun kau pergi juga rasanya selalu ada dia bersamamu, dan itu bukan aku (lagi). Ia (teman barumu itu) telah menggantikan posisiku untuk saat ini. Selamat ya! (:
Aku bukan apa-apa lagi bagimu. Mungkin menurutmu, aku ini hanya seorang teman yang tidak tahu diri, yang dengan teganya mengkhianatimu, lalu menusukmu dari depan secara terang-terangan dan itu yang membuatmu sangat terpukul hingga kau tak bisa menerimanya, bukan? Aku mengerti. Aku sudah paham. Ini memang salahku. Aku harus menerimanya walaupun sebenarnya aku tak bisa terima (juga). 


Kau sendiri saja yang dengan mudah melupakanku, melupakan semua kenangan kita walaupun hanya sesaat. Tetapi, tidak dengan aku. Aku masih setia denganmu. Aku masih ingin menjadi teman dekatmu (lagi). Kau lihat saja sendiri! Saat ini bahkan ketika kau sudah bersama teman barumu itu, aku bahkan hanya sendiri. YA! SENDIRIAN.

Malam ini, ketika aku membuka laptop dan membaca artikelmu itu. Aku ingin menangis saat membacanya. INGIN SEKALI. Tapi, aku tak bisa. Bukannya aku tak bisa menangis karna airmata ku kering, tapi aku hanya tak ingin ketika orang tua ku melihat aku sedang menangis. Mereka pasti akan bertanya mengapa aku menangis. Aku hanya tak ingin menambah masalah orangtua ku jika aku sendiripun memperlihatkan masalahku ini yang tak sebesar masalah mereka. Saat membaca artikelmu itu, aku akan menahan airmata ku ini untuk malam ini saja dihadapan orangtua ku. Tapi, ketika aku sudah berada didalam kamar sendirian dan membaringkan tubuhku yang lelah dengan semua ini. Mungkin aku akan meneteskan berbutir-butir airmata yang tak tertahankan ini dalam gelapnya malam di kamarku yang sunyi. Lalu, mengendapkan suara tangisku pada bantal tidurku dan membiarkan bantal itu basah karna airmata ku. Atau bahkan aku akan menangis esok harinya pada siang hari setelah pulang sekolah saat dirumahku tak ada orang, hanya aku sendirian. Itulah yang biasanya selalu aku lakukan, tanpa sepengetahuan orangtua ku.

Rasanya setiap bertemu pagi, aku tak ingin bangun dari tempat tidurku. Aku tak ingin pergi kesekolah. Aku tak ingin bertemu denganmu, dia, dan yang lain. Karena disaat itulah, aku akan menyendiri tanpa teman. Aku benci ketika aku berada dalam kesendirian. Aku benci ketika aku harus berada dalam posisi itu. AKU BENCI! Karena, disaat itulah aku tak mempunyai teman. Sendirian. Berdiam diri. Tak ada yang bisa diajak berbicara. Merenung. Melamun. Membuatku ingin menangis. Menangis sekencang-kencangnya. 

Tapi, aku cukup tahu diri. Memang aku yang bersalah dan seharusnya aku harus bisa menerima segala resiko dari akibat yang telah aku perbuat, termasuk ucapanku sendiri. Tak apa jika kau ingin menjauh atau mendiamiku seperti ini. Aku harus bisa terima! 

Besok, aku akan pergi kerumahmu dan aku berharap kita bisa memperbaiki semuanya, agar kita bisa membaik seperti dulu. Aku harap! (:



Jumat, 13 Desember 2013

Aku Harus Jujur


Aku terdiam dalam keramaian. Aku tak sedang melihat keramaian disekitarku. Tapi, aku sedang berfikir dimana letak kesalahanku. Aku tak habis fikir jika semuanya akan jadi seperti ini.
Kita baru saja menjadi seorang sahabat, tapi mengapa saat ini hubungan kita merenggang? Tak bisa bercanda bersama lagi. Tak bisa membicarakan hal-hal yang tidak penting dari sekedar rapat DPR. Tak bisa berjalan bersama sambil bergandengan tangan seperti sahabat-sahabat lainnya?
Aku pikir, kita baru saja menjadi seorang sahabat yang selalu ada satu sama lain. Tapi ternyata, mungkin tidak.

Hari ini, sikapmu aneh padaku. Aku sudah tau. Aku juga sudah yakin. Pasti kau akan marah setelah kejadian kemarin, setelah aku berkata jujur, setelah aku mengatakan yang sebenarnya tentang apa yang aku rasakan saat ini bahwa aku (juga) mencintai lelaki yang kau cintai. Maaf! Perasaan ini muncul seketika saat kau mengatakan padaku bahwa lelaki yang kau cintai itu menyukaiku. Perasaan ini terus muncul dalam benakku. Ditambah lagi saat kau terus-terusan memojokkan aku dan terus mengatakan bahwa dia (lelaki yang kau cinta) menyukaiku. Sedangkan, kau sendiri pun menyukainya bukan? Aku tau kau sendiri pun terasa sesak saat mengatakan hal itu. Aku juga tau ini menyakitkan untukmu. Tapi, lebih baik aku jujur padamu dari awal daripada tidak sama sekali. Atau daripada kamu mengetahui yang sebenarnya di akhir dan kamu mengetahui itu bukan dari aku melainkan dari orang lain. Mungkin itu akan lebih menyakitkan lagi untukmu.

Aku kecewa padamu. Kau bilang, kau takkan marah padaku jika aku menyukai lelaki itu. Kau bilang, kau takkan marah bukan? Tapi, mengapa hari ini kau menjauhi aku? Mengapa? Kau marah padaku? Iya tentu saja kau marah. Aku mengerti. Aku sudah paham. Aku sudah menduga pasti kau akan marah padaku. Dan benar! Inilah resiko yang harus aku terima jika aku jujur. Tapi rasanya, semua terasa salah. Salah jika aku berkata yang sebenarnya padamu. Salah (juga) jika aku tidak mengatakan yang sebenarnya padamu. Semua serba salah.

Wajar saja jika hari ini kau menjauhiku. Kau pasti sangat marah. Sangat terpukul dan tak bisa menerimanya. Aku memakluminya. Maka dari itu, aku sengaja tak mendekatimu hari ini. Aku memilih untuk sendiri terlebih dahulu. Memilih untuk berdiam diri ditengah keramaian pagi itu. Aku lebih memilih untuk bergabung dengan teman lainnya. Aku hanya tak ingin jika aku akan semakin sedih jika aku terus ingin bersamamu padahal kau tak menginginkan aku berada disampingmu. Aku minta maaf atas sikapku hari ini terhadapmu. Aku juga minta maaf atas segala kejujuranku ini. Aku hanya ingin mencoba peka terhadap dia (lelaki yang kau cinta). Aku melakukannya karna aku pernah merasakan bagaimana sakitnya saat orang yang kau cintai itu tidak peka terhadapmu. Aku pernah merasakan itu dan aku hanya tak ingin ia (lelaki yang kau cinta) merasakan apa yang telah aku rasakan karna itu menyakitkan. AKU HANYA INGIN MENCOBA PEKA! Apa itu salah?

Hari ini, kau pasti sangat bosan karna melihat aku ada dilapangan pertandingan volly itu dan dia (lelaki yang kau cinta) juga ada dilapangan pertandingan volly itu disudut lain. Dan kau pasti juga tau, jika saat itu kami saling menatap diam-diam, lalu memalingkan muka ketika salah satu diantara kami melihatnya. Entahlah ini hanya perasaanku saja atau memang benar? Maaf! Aku tak bermaksud membuatmu semakin marah. Tak bermaksud memanas-manasimu. Aku hanya ingin berkata jujur, berkata apa adanya, bahwa kau harus tau yang sebenarnya. Inilah yang terjadi diantara kami.

Aku sudah membaca ocehanmu di twitter hari ini. Pasti ocehan itu tertuju padaku. Iya aku sudah tau jika kau akan berperilaku seperti ini padaku. Maaf! Hanya karna lelaki itu kita jadi seperti ini. Aku minta maaf! Tapi, bukannya kau tau bahwa dia (lelaki yang kau cinta) belum pasti menyukaiku. Itu semua hanya sekedar khayalan pahitmu saja, kan? Sebuah khayalan yang mungkin kau tak pernah berharap itu akan menjadi nyata. Maaf, aku menyukai lelaki yang kau cintai. Tapi, percayalah bahwa mungkin sebenarnya dilubuk hati dia yang paling dalam. Hanya ada namamu disana. Hanya kamu perempuan yang dia cintai. Bukan aku. Percayalah, kawan! (:

MAAFKAN AKU, TEMAN! (:

Aku ingin setelah ini, kita akan kembali menjadi seorang sahabat layaknya dahulu sebelum kita mengenal cinta pada lelaki yang tak tau apa-apa itu. Aku menyayangimu, kawan!♥(: 





Artikel ini terinspirasi dari lagu Kerispatih - Aku Harus Jujur (:
Ini dia lirik lagunya..

Kerispatih - Aku Harus Jujur

maafkan kali ini
aku harus jujur
kau harus tau 
siapa aku sebenarnya

terfikir dalam ingatku 

tentang cinta terlarang
selama ini ku pendam


jangan salahkan keadaan ini sayang
semua adalah keterbatasan ku saja
tak mampu menjadi yang kau mau
aku mencoba dan aku tak mampu


Reff:
tak bisa lagi mencintaimu

dengan sisi lainku
aku tak sanggup jadi biasa
aku tak sanggup


tak ada satupun yang mungkin bisa
terima kau seperti aku
mohon jangan salahkan aku lagi
ini aku yang sebenarnya
aku mencoba dan ku tak mampu


tak mampu menjadi yang kau mau
aku tak sanggup

*repeat reff

maafkan kali ini
aku harus jujur

Senin, 25 November 2013

Bayang Semu


Aku mendekat, kau menjauh. Aku menjauh, kau semakin menjauh dariku. Aku tahu, aku memang tak pernah ada dalam kehidupanmu. Aku tahu, aku memang bukan siapa-siapa untukmu. Aku juga tau, bahwa kau tak pernah menganggapku ada. Kau tak pernah melihat segala ketulusan-ku. Aku memang selalu ada untukmu, tapi bagimu aku tak ada. Tak pernah ada. Bagimu, aku hanya seperti bayangan gelap yang tak terlihat. Nyatanya, bayangan itu ada. Tapi, ia tak pernah menunjukkan kepadamu bahwa sebenarnya bayangan itu selalu ada untukmu. Sebenarnya bayangan itu ingin selalu berada disampingmu dalam wujud nyata, bukan dalam wujud bayangan semu yang samar-samar dan tak jelas keberadaannya. Bayangan itu ingin sekali bisa meraihmu, menggapaimu, menggenggam tanganmu dalam nyata. Tapi, nyatanya ia tak dapat meraihmu. Ia hanyalah bayangan semu yang tak nyata bagimu. Bahkan kau sendiri pun tak pernah melihat ke bawah dan menundukkan kepala sejenak untuk melihat sisi bayangmu. Bayangan itu rasanya tak berguna, tak terlihat, tak tersentuh, tak berarti…………………………………………… BAGIMU!

Tanpa kau sadari, bayangan semu itu selalu ada disampingmu, didekatmu. Tapi, rasanya kau tak pernah memperdulikan bayangan itu. Tak pernah!Mengertikah engkau bahwa bayangan itu tak dapat berbuat apa-apa. Ia hanya akan selalu berada disampingmu dan akan selalu mengikuti gerak-gerik disetiap langkahmu, meskipun kau tak pernah melihatnya dan selalu menginjaknya, bahkan mengabaikannya. Aku selalu diabaikan, terabaikan olehmu. Tapi, apalah daya? Inilah aku, aku hanyalah bayangan semu-mu.

Sadarkah engkau? Apakah kau tak pernah menyadari itu semua?
Ah sudahlah! Aku tahu, kau tak akan pernah menganggapku ada. Aku tahu, kau tak membutuhkanku. Aku tahu, aku tak berarti apa-apa di matamu.
Maafkan aku, jika selama ini aku bayangan semu-mu selalu membuatmu susah, selalu membuatmu repot, selalu membuatmu merasa terganggu. Maafkan aku!



Bayangan Semu-mu.

Aku Nyaman Bersamamu


Sejak lama kepergianmu, aku selalu merindukanmu. Merindukan segala sosok yang ada di dirimu, rindu akan segala percakapan diantara kita, merindukan segala curahan hati diantara kita. Aku masih mengharapkan keberadaanmu disini bersamaku seperti dulu. Aku rindu segala yang ada pada dirimu. Iya kamu, lelaki yang ku kenal saat pertama kali aku menginjakkan kaki di Sekolah Dasar. Entahlah bagaimana kita bisa kenal dan bagaimana cara kita dulu berkenalan hingga bisa seperti sekarang? Haha aku benar-benar sudah tak ingat tentang hal itu. Tapi yasudahlah, toh akhirnya kita saling kenal satu sama lain.

Kau masih ingat tidak? Dulu aku pernah duduk satu meja denganmu dikelas yang sama. Kita sering bercanda bersama, bermain-main bersama, dan juga belajar bersama. Kamu dulu juga sering curhat denganku tentang perempuan yang kamu suka, dan itu adalah sahabat karibku sendiri. Kamu banyak bercerita tentangnya dan banyak bertanya tentang dia, ya aku tau kau menyukainya, maka dari itu aku membantumu agar bisa dekat dengan sahabatku, aku seperti menjadi perantara diantara hubungan kalian berdua. Haha konyol! Aku bahkan tak tau jika aku sendiri terasa ada yang mengganjal saat kau bercerita tentang kesukaanmu pada sahabatku ini. Ah lupakan!

Saat itu, aku pernah menyuruhnya agar dia segera mengungkapkan perasaannya pada sahabatku. Aku berjanji akan menolongnya. Ya dengan nafas setengah sesak, aku berusaha setiap hari bilang pada sahabatku bahwa lelaki ini menyukainya. Tapi, sahabatku selalu tak percaya, ia bahkan acuh tak acuh menanggapi perkataanku, ia berpikir bahwa aku berbohong dan sekedar ingin bercanda. Tidak! Aku serius.
Ah tapi tetap saja ia tak merespon lebih pada lelaki ini. Lelaki ini hampir putus asa, karna segala cara yang telah ia perbuat selalu saja tak ada respon lebih. Aku berusaha sebisa mungkin membangkitkan semangatnya yang hampir hilang, aku menyuruhnya untuk segera mengungkapkan isi hatinya pada perempuan yang ia cintai, agar ia tau yang sebenarnya. 

Yap! Dorongan semangat itu dariku berhasil membangkitkan semangatnya kembali. Ia melakukan apa yang aku katakan. Aku sendiri tak tahu bagaimana cara lelaki itu mengungkapan isi hatinya pada wanita pujaannya itu. Ah yasudahlah yang penting, aku tak kehilangan semangat darinya.

***

Siang itu disekolah, aku bertemu dengannya. Ia datang menghampiriku sambil membawa sebuah kertas, dan entah itu apa. Lalu, mata kami saling bertemu dalam diam. Ia tak berbicara apapun, ia hanya memberikan sepucuk surat yang ada ditangannya itu kepadaku tanpa berbicara sepatah katapun. Tapi, matanya berbicara, ia seperti memberikan isyarat padaku, agar aku membuka dan membaca isi surat tersebut. Aku mengerti apa yang di-isyarat-kan olehnya. Aku melakukannya, dan begitu aku selesai membacanya. Spontan aku langsung melontarkan berupa pertanyaan yang cukup mengagetkanku.
“Jadi, kamu nembak dia?”
Dia hanya mengangguk tanpa berbicara dan tanpa ekspresi apapun diwajahnya. Pertanyaan ini masih menggantung, tak ada jawaban yang jelas. Berulang kali aku bertanya dengan pertanyaan yang sama dan berusaha bertanya apa yang barusan terjadi, bertanya lebih jelasnya lagi.
Ia pun akhirnya mau menceritakan semuanya padaku, ia bercerita ditempat duduk kami berdua didalam kelas. Kebetulan memang kami duduk sebangku.

Setelah aku tahu ceritanya, aku baru mengerti kenapa ia terlihat begitu sedih, se-sedih ini. Ternyata, lelaki ini tadinya ingin menyatakan perasaannya pada perempuan yang ia sukai lewat sebuah surat cinta. Tapi ternyata, sahabatku si perempuan ini tak merespon lebih apa yang sudah dilakukan oleh lelaki ini. Perempuan ini justru terlihat malu karna surat cinta yang tadinya harusnya bersifat pribadi, justru menjadi bahan ejekkan dari teman-teman lainnya. Karna mereka semua sudah tau isi surat tersebut, semua teman-teman sekelas kami sudah mengetahuinya, jadilah seperti ini. Perempuan ini merasa dipermalukan, tapi lelaki ini justru lebih merasa sedih atas sikap yang dilakukan sang perempuan hingga membuatnya merasa sakit hati dan malu sebenarnya.
Aku berusaha menguatkannya disaat mentalnya sedang down, disaat yang lain mengejek, hanya aku yang menguatkan dan selalu berada disampingnya. Tapi, ia tak pernah menyadari itu dan tak pernah sedikitpun mengucapkan rasa terimakasih atas apa yang telah aku lakukan untuknya.

Yasudahlah! Semuanya sudah berakhir, semuanya sudah terlambat. Ia mungkin takkan pernah mengucapkan rasa terima kasih itu padaku. Karna semua sudah terlambat, ia sudah pergi, pergi ke suatu kota dan entah kapan akan kembali. Dia berbohong! Dia berbohong padaku. Mana janjinya yang katanya ia akan kembali setelah satu tahun kepergiannya. Ia tak kunjung kembali, bahkan hingga kini yang sudah melebihi batas janjinya, lebih dari satu tahun, dua tahun, tiga tahun, bahkan sudah hampir 5 tahun mungkin. Entahlah!

Kami tak pernah berhubungan sejak kepergiannya, kami lost contact selama dia pergi. Entah apakah dia masih mengingatku atau melupakan aku? Yang jelas, aku masih mengingatnya. Aku sendiri saja masih ingat dan hafal betul siluet wajah lelaki itu. Tapi, entah bagaimana sekarang, apakah masih sama seperti dulu atau sudah berubah? Yang lebih jelas lagi, aku akan menunggumu kembali. Entah sampai kapan.

Ada suatu perasaan yang membuatku betah berlama-lama bercengkerama denganmu.Orang-orang biasa menyebutnya dengan nyaman. Itulah kata yang tepat untukmu.

Minggu, 03 November 2013

Ada Apa Dengan Kita?


          Entah mengapa, akhir-akhir ini aku merasa sangat dekat, sangat lekat denganmu. Aku tau, ini memang bukan yang pertama kalinya kamu sedekat ini denganku.  Tapi setidaknya, aku sangat senang bisa kembali dekat denganmu. Sudah lama semenjak kita beranjak remaja, kita hampir tidak pernah saling berhubungan, bahkan hubungan kita menjadi renggang, tak ada komunikasi, tak ada sedikitpun niat untuk saling sekedar menyapa atau bahkan untuk memulai sebuah percakapan. TAK ADA!


Kita saling melupakan atau terlupakan? 
Kita lupa satu sama lain, lupa bahwa kita pernah menjadi seorang teman.  Yang ku tau, bahwa kita terlalu takut untuk kembali dekat, terlalu takut untuk memulainya kembali, yang ada justru hanya saling menatap ketika bertemu dan kemudian ketika kita melihat bahwa apa yang kita lihat pun sedang melihat kearah kita, kita sama-sama saling berpaling, melihat kesudut penjuru lain, berusaha menutupi bahwa kita sama-sama sedang mencuri pandang, kita justru terlihat canggung, terlihat tidak nyaman dengan semua sikap saat berdekatan, bingung harus berbuat apa, dan kita berdua justru samasama hanyut dalam sepi, membiarkan kecanggungan ini mengisi kebersamaan kita, yang ada hanya diam.



Aku tak mengerti, mengapa  kita begini? Mengapa kita secanggung ini? Kita bahkan tak pernah merasa secanggung ini, tak pernah merasa se-sepi ini. Dulu, selalu ada tawa dan canda yang mengisi kekosongan diantara kita, selalu ada senyum yang terselip saat bersama. Tapi kini, kita sama-sama saling membuang muka dan memilih untuk diam.

Tapi terkadang, aku bertanya-tanya kenapa kita membiarkan suasana ini terus begini? Kenapa kita membiarkan kecanggungan ini terus ada dalam kebersamaan kita? Kenapa kita tidak kembali seperti dulu? Kembali pada saat kita dekat layaknya seorang sahabat yang berlawan jenis, namun saling mengisi. Aku ingin kembali ke saat-saat itu dan menghentikan saat-saat bersama.

Aku tahu, berteman apalagi bersahabat dengan lawan jenis yang berbeda itu tidak mudah. Ya, terlalu sulit untuk menyatukan dua orang yang berbeda, dua hati yang berbeda, karna kita samasama takut memiliki perasaan lebih terhadap teman kita sendiri. Perasaan lebih yang seperti apa? Sayang mungkin. Atau bahkan cinta.


Jujur saja, aku memang memendam perasaan suka padamu dan itu sudah berlangsung sejak lama, sejak awal kita kenal, sejak kita bersama-sama, sejak kita menjadi seorang teman. Perasaan itu awalnya muncul hanya sebagai rasa kagum, perasaan kagum yang aku miliki pada seorang teman laki-laki ku sendiri. Aku mengagumimu karna aku tak pernah sedekat ini dengan seorang teman laki-lakiku selain denganmu. Harusnya kau tau itu! Tapi, sudahlah kau mungkin takkan pernah tau.. Mungkin.

Semua terjadi begitu mudahnya, perasaan itu datang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, seiring kedekatan diantara kita semakin terasa, terlebih lagi perasaan itu sering kali tiba-tiba muncul dan menganggu, mengacaukan persahabatan kita dan karna itulah yang membuat hubungan kita renggang dan timbul rasa canggung diantara kita ketika bersama.

Meskipun hubungan diantara kita sempat renggang, tapi kini, kita telah kembali. Ya kembali menjadi seorang sahabat seutuhnya. Meskipun, aku yang akan terus memendam perasaan ini padamu. Aku rela, aku ikhlas, asalkan aku tetap terus bersamamu, apapun itu status atau hubungan kita. Biarlah aku yang akan terus memendam, sedangkan engkau bahagia dengan yang lain dan aku akan terus ada untukmu jika kau butuh, aku siap. Siap memberikan bahuku untukmu sebagai tempat kau bersandar, tempat kau mencurahkan segala isi hatimu,  tempat menampung segala sedih dan tangismu. Biarlah! Limpahkan semua itu padaku, aku tak apa. Memang itu sudah menjadi kewajibanku sebagai sahabatmu…




Sabtu, 28 September 2013

The Awesome Motivator

Motivator?
Menurutku, motivator adalah seseorang atau orang yang dapat memotivasi dirinya sendiri maupun diri oranglain. Sama dengan halnya inspirator, dia juga orang yang dapat memberikan inspirasi kepada oranglain untuk penyemangat hidup, agar orang tersebut selalu giat dalam menjalani kehidupannya. Begitulah yang gue tahu, meskipun mungkin persepsi oranglain berbeda-beda. Yasudahlah!
Motivator itu tak harus orang yang pandai, cerdas, bijak, orang terpandang sekalipun, ataupun orang terkenal dan sukses lainnya. Seorang motivator bisa saja orang yang kita kenal, orang terdekat, atau bahkan orang disekitar kita, ya bisa jadi. Beberapa orang pasti memiliki seorang motivator ataupun inspirator favorite mereka, seseorang yang dapat benar-benar membuat mereka sadar arti hidup yang sebenarnya, mengajari tentang arti kehidupan, atau malah membuat mereka benar-benar berubah dan bangkit dari keterpurukkan misalnya. Ya bisa saja! Aku adalah termasuk orang yang memiliki motivator tersendiri yang benar-benar telah membuka mata hati dan mata batinku tentang arti kehidupan yang sebenarnya, aku jadi lebih bisa bersyukur dengan apa yang aku miliki saat ini dan hal-hal lainnya.

Awalnya, aku tak begitu suka dan tak begitu memperhatikan tentang seberapa penting arti seorang motivator didalam hidupku sendiri, aku mulai berfikir tentang itu semua begitu aku mengenal sesosok lelaki tampan dan dewasa yang begitu berhasil mencuri pandanganku. Ia bukan benar-benar seorang motivator yang bijak, sekalipun bukan guru atau  bukan dosen atau bukan seorang yang ahli dalam bidang bahasa atau bukan seorang yang pandai merangkai kata-kata indah (oke maaf kebanyakkan ataunya-_-). Dia adalah Arvian Wahyu Mardhika atau biasa disebut Vean Mardhika. Ia hanya seorang broadcaster disalah satu televisi swasta terkenal seperti TRANSTV. Ia baru saja menjabat sebagai Creative diacara sahur di TRANSTV yang saat itu sedang booming dan saat itu sedang terkenalnya para crew-crew trans yang numpang eksis dicamera atau inframe begitu. HAHA! Ia baru bekerja di Trans selama 2tahun dan sebelumnya sudah pernah bekerja disalah satu televisi lokal dikota asalnya.
Aku tak tau kenapa aku begitu menyukainya sebagai motivatorku, dia berhasil membuatku benar-benar mengerti arti kehidupan dan membuatku lebih bersyukur lagi atas apa yang telah aku miliki. Awalnya, aku memang menyukainya karna ketampanannya, lalu aku berusaha mengenalnya lebih dekat dengan cara mencari twitter nya yang berhasil aku cari sendiri dan berhasil pula kutemukan. Ya, aku tau bahwa aku telah berkali-kali menceritakan tentang lelaki ini dan tidak ada bosan-bosannya, sepertinya. Tapi, aku senang bisa menceritakan tentangnya. Ia begitu istimewa dan aku menyukainya sebagai motivator pertamaku. YES!
Aku juga berusaha mengenalnya lebih dekat lagi dengan mencari-cari sendiri alamat blognya dan berhasil ku temukan pula. Lalu, ku baca semua artikel-artikelnya dan setelah aku selesai membaca semua artikel blognya, saat itulah aku langsung jatuh hati padanya, sang motivator. Semua artikelnya menceritakan tentang kehidupan pribadinya dan juga cerita-cerita menarik lainnya. Susah senang perjalanan hidupnya ada disana, semuanya telah ia ceritakan. Aku jadi lebih tau bagaimana kehidupan pribadinya yang tak bisa kutemukan ditempat lain. Cerita-cerita tersebutlah yang membuat aku tertegun dan speechless! AMAZING♥
Kalian bisa ambil hikmah dari perjalanan hidupnya, atau bahkan belajar banyak pengalaman dari dia. Semuanya bisa kalian dapatkan dan belum belum bisa kalian dapatkan ditempat lain. 

Lembar demi lembarnya seakan menjadi saksi betapa rumitnya hidup, betapa pahitnya hidup, bahkan betapa manisnya hidup itu jika kita mengerti arti dibalik itu semua. Dialah yang mengajarkan pentingnya rasa bersyukur itu terhadap Tuhan. Dialah yang mengajarkan betapa berharganya waktu yang gak bisa kalian ulang lagi. Dia juga mengajarkan betapa kerasnya hidup itu, karna dia telah merasakan kerasanya hidup yang dia jalani, saat dia di cemooh orang dan diremehkan tetapi dia tetap sabar dan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya, agar oranglain tak dapat meremehkannya dan dia berhasil membuktikan itu semua kepada oranglain bahwa dia bisa sukses, dia bisa mewujudkan mimpinya, dia berhasil. Semua omongan oranglain itu terbayar sudah dengan hasil keringat dan jerih payahnya selama ini. 
Lembar demi lembarnya juga menceritakan tentang kehidupan masa lalunya yang oranglain tak ketahui dan kini menjadi tahu, semua ada didalam artikel blognya. Aku jadi tau seperti apa dirinya, seperti apa kehidupannya, seperti apa masa lalunya, dan semua semuanya. 

Thanks Mas Vean! Thank you so much♥ You still be my pride. Always love you and always read all of your blog articles. Thank you so much for your wonderful articles♥ I LOVE YOU SO DAMN MUCH, MAS♥ http://veanmardhika.blogspot.com/ 







Jumat, 27 September 2013

The Pieces of Story (Part 2)

Sebelumnya di The Pieces of Story 1

Setelah gue kenal dengan Mercon dan akhirnya pada saat itu kita mulai deket, padahal saat Mercon ngedeketin gue itupun posisi gue sedang deket sama Nanas meskipun gue tau dua-duanya sama-sama udah punya pacar tapi mereka berdua seolah-olah ngasih harapan lebih ke gue dan awalnya gue seneng direbutin sama dua orang ini (hah? Direbutin? Okeguepedebgt-_-), tapi lama-lama gue jadi gak seneng direbutin mereka berdua karena akhirnya gue bingung harus milih yang mana, lalu yang kedua gue udah jadi bahan omongan para kakak-kakak kelas dan berita yang gue denger adalah gue di cap sebagai cewek tukang rebut cowok orang, ngerti kan maksudnya? Gue dikira ngedeketin dua cowok ini dan dikira berniat untuk merebut keduanya dari pacar mereka masing-masing. Mereka kira gue cewek apaan? Huft! Itulah alasan kenapa gue menyerah, sedangkan kalo dipikir-pikir itu bukan gue yang berniat ngerebut dua cowok itu, mereka yang berusaha untuk ngedeketin gue. Tapi, yasudahlah waktu itu kan gue cuma anak kelas 7 yang baru masuk SMP dan cuma bisa pasrah jadi bahan omongan kakak-kakak kelas saat itu :’)
Dan pernah gue mengalami suatu kejadian dimana saat itu, dua cowok ini sore-sore pulang dari sekolah dan mereka ketemuan dijalan lalu ngobrol dijalan sambil ngendarain motornya masing-masing, mereka berdua lalu saling sms gue dan terlibat adu pukul diantara keduanya. (ehh enggak mereka enggak pukul-pukulan-_-) Oke! Mereka ngomongin tentang gue dijalan waktu itu, mereka berdua saling tuduh menuduh kalo gue suka sama salah satu dari mereka. Duh gimana ya jelasinnya? Susah banget ini-_- Gini loh, jadi si Adaw as Nanas itu nuduh gue suka sama si Mercon dan begitupula sebaliknya. Si Mercon nuduh gue kalo gue suka sama Adaw. Mereka berdua sok-sok ngerelain kalo misalnya gue suka sama si Mercon atau si Adaw. Ya begitulah pokoknya. Gue sendiri aja bingung gimana mau jelasinnya-_-
Padahal saat itu, gue sukanya sama Adaw, karena gue kenal duluan sama Adaw dan kenal udah lama. Sedangkan, saat itu gue belum lama kenal sama Mercon dan gue masih belum ada perasaan apa-apa. Sampe akhirnya, gue sering smsan sama mereka berdua. Lalu, si Adaw pernah nanya ke gue yg intinya menanyakan apakah gue berharap sama dia? Maksudnya adalah berharap lebih buat jadi pacarnya. Ya saat itu sih iya gue berharap sama dia, yaudah akhirnya begitu dia tau gue punya harapan lebih kedia eh malah guenya di permainkan. Gue sakit hati banget! Lalu, sampai pada puncaknya adalah nyokap gue (wih terlalu keren bahasanya-_-) alias mama gue ngebaca sms gue sama Adaw saat gue sedang tidur malam-malam. Kejadian itu ketahuan sama mama gue dan gue berhasil diceramahin sampe panjang lebar, sampe mau nangis guenya. Mama ngasih tau gue, supaya gue gak terlalu berharap lebih sama cowok, terutama Adaw karna dia tetangga gue dan orangtua gue gak mau kalo itu terjadi nanti kita pacaran lalu tetangga lainnya tau dan jadi bahan omongan lalu putus silaturahmi dan blablabla.. *itu urusan orangtua* Gue sampe hampir nangis sumpah, hape gue hampir disita, dan hampir hampir-_- Begitulah. Tapi mama gue sih gak marah besar cuma sekedar ngasih tau doang. Lah tapi ini bapak gue marahnya habis-habisan. Tapi bersyukur saat itu posisi gue lagi libur lebaran di Jawa dan cuma sama mama dan adek doang disana, bapak gue gak ikut karna sibuk. Syukur banget! Soalnya kalo gue ketemu sama bapak gue pasti bisa habis gue kena marah. Yasudahlah! Akhirnya Adaw pun udah tau soal orangtua gue marah-marah itu. Gue lost contact sama dia sampe sekarang bahkan meskipun kita tetanggaan tapi kalo ketemu gak pernah ngomong, cuma sekedar ngelirik atau ngelihat doang. Udah gitu aja!

Sampe akhirnya, gue berusaha buat lupain dia dan gak komunikasi sama sekali dengan dia dan akhirnya gue berhasil move on dari Adaw. YES!
Tapi, begitu gue udah move on dari Adaw eh malah gantian berharapnya sama Mercon. Padahal, awalnya kan mereka berdua yang berharap sama gue dan kenapa sekarang justru berbalik? OH MEN!! Inikah yang namanya KARMA? 

Oke lanjut!
Setelah gue kenal dengan Mercon dan kita saling komunikasi lewat sms tiap hari dan suka lihat-lihatan pas disekolah, lalu dari pandangan itu timbul senyum yg terlukis dan akhirnya saling senyum. Jujur aja, gue ini orangnya jutek, cuek, galak (katanya sih) tapi, setelah gue kenal sama mercon, entah kenapa dia selalu bisa bikin hari-hari gue bersemangat dan berwarna, karena tiap malem waktu gue lagi smsan sama dia, dia pasti selalu ngingetin gue untuk senyum apalagi kalo ketemu dihadapan dia, gue mesti kasih senyum manis kedia supaya bikin dia seneng (katanya). Dan setiap ketemu pun kalo gue lupa, dia selalu ngingetin dengan kasih kode atau bahasa isyarat dari dirinya untuk nyuruh gue supaya senyum. Yap! Gue mengerti apa yang diisyaratkan dari dia, otomatis gue langsung tersenyum. Dan begitulah setiap harinya gue bakal selalu tersenyum karna dia dan untuk dia :)

Tapi, gak setiap saat gue bakal bisa senyum untuk dia, terkadang gue juga pernah mengalami suatu fase dimana gue gak pengen senyum sama sekali kedia sewaktu gue lagi badmood dan bener-bener gak pengen ketemu apalagi senyum sama dia. Biasanya, itu terjadi kalo gue udah liat dia berduaan sama pacarnya disekolah, atau dia lagi asik sama cewek lain alias temen-temen ceweknya itu dia pasti bakal lupa sama gue. Dia pasti gak bakal berpaling ataupun ngelihat kearah gue karna dia lagi asik ngobrol sama pacarnya ataupun sama temen-temennya. Dan disitu gue badmood banget dan pernah juga waktu ketemu dia, gue cuma kasih muka sedih ke dia dengan manyunin bibir, lalu dia juga ikutan manyun dan pasang muka sedih. Walaupun gue tau, dia gak suka lihat gue sedih kayak gitu tapi mau gimana lagi, namanya juga cewek kalo lagi badmood pasti gitu. Dan lama kelamaan, dia kalo ketemu gue suka manyunin bibirnya, maksudnya itu tanda muka sedih gitu dan gue cuma bisa senyumin dia lalu tanya dengan gerakan bibir tanpa bersuara, "kenapa?" dan dia selalu jawab "gapapa" sambil gelengin kepalanya dan gue coba untuk pahami itu. Dan setelah gue tau alasannya kenapa, ternyata dia bilang bahwa gue adalah orang yang cuek, galak, judes, dan suka banget sedih, sering murung, sering galau, sering ngelamun, ya gitu-gitu deh menurut dia. Jadilah dia suka manyunin bibirnya kalo ketemu gue dan gue suka nyebut dia sebagai Mr. Manyun haha kece sekalih kakaa.. Tapi, gue juga menyadari akan hal itu di diri gue dan gue makasih banget sama dia karna dia adalah satu-satunya cowok yang udah berhasil bikin gue tersenyum setiap hari. Makasih banget! Karna sebelum gue ketemu sama dia, gue gak pernah diperhatiin sama cowok sampe kayak gini. Gue juga jadi bisa ngerasain rasanya punya kakak cowok yang selalu ngejagain gue dan menyayangi gue, meskipun dia bukan kakak kandung gue dan kita berdua beda keyakinan. Iya gue sama mercon itu beda keyakinan, sama halnya dengan mercon dan pacarnya, yah sebut aja Derita. Mereka berdua juga beda keyakinan. Tapi, biar begitu gue sayang banget sama dia. Sayang banget! Meskipun sekarang gue udah move on dari dia tapi rasa sayang gue kedia tetep ada sebagai kakak :’).

Iya gue suka sama mercon, gue seneng sama dia, gue sayang sama dia, lalu gue juga cinta sama mercon saat itu. SAAT ITU LOH~ OH NO! Gue tau dia udah punya pacar dan gue juga tau kalo pacarnya itu gak suka sama gue karna dikiranya gue mau ngerebut Mercon dari Derita, tapi gue juga sadar diri kalo hubungan gue sama mercon cuma sebatas kakak-adik yang saling sayang dan kita berdua sama-sama tau kalo rasa sayang itu lebih dari sekedar perasaan kakak-adik, tapi bukan perasaan sayang untuk pacar dan gue juga gatau itu apa namanya. Yaudahlah! Kita berdua jalanin aja apa adanya.
Sampe akhirnya, kita makin deket dan deket banget. Kita sering sms-an, iya kita sms-an tiap malam sambil saling memberikan perhatian satu sama lain dan lama kelamaan kok kita jadi sering manggil sayang-sayangan. Awalnya, gue cuma manggil dia “kakak sayang” dan dia manggil gue “adek sayang” tapi dia gak mau, dia maunya dipanggil “sayang” gitu aja. Yasudah gue ikuti kemauannya daripada dia marah dan ngambek. Oke gue juga ikhlas manggil dia begitu karna emang gue sayang sama dia dan karna dia juga sayang sama gue, jadi dia manggil gue sayang juga. Gue jadi makin bingung. Hubungan gue sama dia itu sebenernya apaan? HTS (Hubungan Tanpa Status)? TTM (Teman Tapi Mesra)? Kekasih Gelap? (ckck udah kayak judul lagu aja-_-) Atau apa? GUE BINGUNG. GUE GAK NGERTI. Hubungan kita itu abstrak dan absurd banget-_- *nahlo

Yang gue bingungin adalah……. Kita berdua ngakunya kakak-adik tapi kok manggilnya sayang-sayangan? Aaaahhhh gue jadi makin bingung. Hubungan itu tuh ngegantung, gue berasa digantungin sama dia, gue berasa jadi selingkuhannya dia, pokoknya semuanya serba gak jelas. Dan gara-gara itu juga udah banyak airmata yang gue keluarin karna dia, ya karna mercon udah nge-PHP-in gue. Dia jahat banget! Oh okay, gue tau ini emang perasaan kita berdua yang salah dan situasinya gak memungkinkan. Yasudahlah gue ikhlasin aja, biar aja dulu mereka pacaran untuk kedepannya terserah Allah yang mengatur semuanya :’)


Makasih buat semuanya yang udah baca artikel ini meski gue tau ini panjang banget dan melelahkan. Gue aja capek ngetiknya, apalagi kalian yang bacanya-_-
Ah sudahlah! Meskipun cerita ini belum berakhir dan masih ada kelanjutannya, ditunggu aja kalo emang mood gue bagus sih biasanya pasti gue lanjutin ceritanya, tapi kalo mood gue jelek yaudah gue males buat ngelanjutinnya. Dan satu-satunya cara kalo kalian kepo dan penasaran sama cerita kehidupan nyata gue ini, tunggu aja sampe mood gue bagus dan gue bakal lanjutin ceritanya. Okebay! 

Minggu, 15 September 2013

The Pieces of Story (Part 1)

Ini adalah sebuah cerita tentang kehidupan nyata dari sang penulis yang berhasil diposting dalam blog ini. Yap langsung saja!

Waktu demi waktu terus bergulir. Tak terasa, kini aku telah menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama. Ya disinilah aku menemukan suasana baru, tempat baru, teman baru, guru baru, sampai baju baru. Iya, baju pertamaku mengenakan pakaian putih-biru, seragam khas anak SMP. Rasanya seperti menemukan dunia lain yang jauh lebih indah dibandingkan masa-masa Sekolah Dasar ku yang sudah ku jajali selama 6tahun lamanya itu yang sudah hampir benar-benar membuatku bosan. Sangat amat bosan! Bayangkan saja selama 6tahun lamanya aku hanya bertemu dengan teman-teman yang itu-itu saja setiap harinya dan suasana yang nyaris sama selama 6tahun itu. Masa SD memang yang paling mengesankan karna waktu yang ditempuh itu sangat lama sekali jika dibandingkan dengan masa-masa sekolah yang lain. Dan untuk yang pertama kalinya kita berpisah sama temen-temen SD dan walaupun ada lumayan banyak juga yang akhirnya waktu SMP tetep satu sekolah dan ketemu lagi, bosan memang tapi yasudahlah toh banyak juga kok ketemu temen-temen baru dari sekolah lain.

Yasudahlah, daripada membahas masalah SD yang gak ada habisnya kalo diceritain dan pastinya ngebosenin juga haha engga juga sih sebenernya. Mendingan bahas sewaktu masa SMP itu jauh lebih asik. Aku mau cerita tentang cinta monyet aku sewaktu SMP. Pasti semuanya juga pernah ngalamin cinta monyet kok sewaktu SMP. Cinta monyet itu bukan cinta sama monyet tapi cinta yg masih abstrak dan belum mengarah ke cinta yg tujuannya serius. Labil gitu lah kalo bahasa gaulnya! Haha begitulah. Langsung saja pada ceritanya *jengjeng* 

-

Awal masuk SMP sebagai anak kelas 7 dan jadi adik kelas paling bungsu dan selalu dimarah-marahin sama guru karna sifat kekanak-kanakan kita waktu itu yg katanya masih kebawa sifat SD. Oke sekedar tau aja sih itu. Pokoknya awal masuk SMP itu juga aku sempet deket sama beberapa cowok ya dia kakak kelas aku, waktu itu sih mereka kelas 9. Ya sebut saja dia Nanas atau Adaw juga boleh, tapi biasanya aku suka nyebut dia dengan nama samarannya yaitu Adaw. But it's up to you! Oke jadi, dia itu sebenernya tetangga aku, kita tinggal disuatu komplek perumahan yang sama. Iya aku juga kenal sama dia, kenal kok kenal, namanya juga tetanggaan.
Awalnya sih biasa aja ya sama dia, dia juga waktu itu kan anggota osis jadi dia ikutan nge-MOS anak kelas 7 jadi ya waktu itu sempet saling lihat-lihatan dan dianya senyum-senyum gajelas-_-
Waktu aku ikut ekstrakurikuler yg sama kayak dia itu tepatnya DrumBand, dia suka gangguin aku pas lagi ikutan MOS ekskul itu. Pernah, waktu lagi MOS dan kita semua lagi dibarisin dengan yg cewek rambut diiket dua pake pita pink sambil bawa papan nama yang gede itu juga warna pink. Aku udah berdiri dengan tegap dan sikap siap, eh malah diganggu sama dia, dia coba ngelucu dengan mukanya yg aneh itu biar aku ketawa tapi alhasil aku cuma senyum-senyum aja, yah akunya gak ketawa karna emang sebenernya itu gak lucu-_- Sampe akhirnya, aku udah sebel banget diganggu sama dia, akhirnya ku injak deh kakinya haha kasian loh padahal dia cuma pake sendal jepit doang, sedangkan aku pake sepatu. Bayangin aja deh dia kesakitan gitu karna aku injak sampe ngadu ke kakak senior haha terus kakinya pake dicuci di air keran segala pula haha lucu sumpah. lol!
Dia itu pokoknya suka ganggu gitu lah, suka ngegodain juga haha sampe-sampe waktu lagi MOS Drumband itu aku lagi duduk serius dengerin seniornya ngomong, terus dia dibelakang lagi main basket dan pas bola basketnya itu kelempar hampir kena kepalaku eh malah ditangkep sama dia dan dia kayak berusaha nyelamatin aku gitu loh kayak difilm-film itu haissh-_- Akhirnya, aku gak jadi kena bola basket berkat diselamatin dia. Huft selamat deh! Tapi, parahnya itu kakak senior malah pada nge-ciye-in gitu, mereka bilang ke nanas, "NANAS MODUS! ADAW! ADAW!" iya gitu kata mereka sambil teriak-teriak, maksudnya dia modus sengaja sok mau jadi pahlawan kayak begitu sengaja buat deketin aku. Duh apa-apaan coba, gue malu banget sumpeh, padahal cuma gitu doang masa dan kita kan juga udah kenal karna tetanggaan jadi biasa aja. HH-_-
Oke lanjut, hubungan aku sama nanas itu tadi gak jelas alias abstrak banget, semenjak saat itu kita jadi deket dan gak tau gimana ceritanya bisa jadi sering smsan dan sedeket itu, padahal saat itu dia juga pacaran sama kakak kelas 8. Huft gue gatau saat itu tapi gue justru malah berharap sama dia! Aneh banget sumpah. Dan padahal juga saat itu, tetangga aku satunya lagi yg rumahnya deket bgt sama nanas tadi itu (sepertinya) suka sama aku dan dia pernah minta nomer handphone aku tapi gak ku kasih. Huft nyesel dan ngerasa bersalah banget :|

Oke lupakan! 
Sewaktu, MOS Drumband itu juga ada kakak senior yang ngeliatin gue mulu dan gatau deh dia ngeliatin gue mulu sewaktu si nanas itu ngedeketin dan ngegangguin gue. Dia banyak tanya-tanya tentang gue ke nanas dan coba untuk ngedeketin gue. Pernah, sewaktu MOS Drumband itu semua anak disuruh memperkenalkan diri dan saat gue maju untuk memperkenalkan diri itu dia udah buru-buru standby duduk paling depan tepat didepan gue dengan gaya duduk posisi enaknya dia lalu nopang dagu untuk ngeliatin gue dan nyaris gak berkedip, itu dia ngelihatnya gak biasa dan gak nyantai banget sumpah. Silahkan dibayangkan sendiri! Dan sepanjang gue memperkenalkan diri itu dia ngeliatin gue mulu dan gue makin ilfeel-_- Selesai memperkenalkan diri gue bilang "terimakasih" dan satu-satunya orang yang gue denger ngejawab ucapan gue dengan kata "samasama" itu cuma kakak senior yg tadi ngeliatin gue mulu itu, iya sebut saja dia Mercon. Gue kaget dan degdegan banget lalu gue duduk. Setelah itu ada istirahat dan pas istirahat itu aku duduk-duduk sambil ngobrol bareng dan ketawa bareng Nanas. Dan si Mercon tadi juga masih ngelihatin gue mulu, dia kayaknya bingung banget, kenapa gue bisa sedeket itu sama Nanas. Lalu, dia ikutan gabung dan duduk disebelah Nanas dan ikutan ngobrol bareng kita. Selesai istirahat kita balik ke barisan dan latihan baris-berbaris. Baris-berbaris ala drumband dan Paskibra itu berbeda. Gue awalnya sempet bingung dan gue rasa saat itu kalo gue kakinya salah mulu. Bahkan gue tambah grogi karna diliatin dengan serius lagi dengan kakak senior yang tadinya gue gak tau siapa namanya, ya itu tadi si Mercon. Dia serius banget ngeliatnya, serius banget! Sampe-sampe waktu ada kumpulan papan nama milik kami, dia bongkar dan dia kayak nyari-nyari gitu dan yang dia dapetin dan dia pegang itu justru papan gue dan dia baca isinya itu nama lengkap gue beserta tanggal lahir gue.
Akhirnya, MOS DBS hari pertama berakhir dan semua papan nama yang dikumpulin tadi itu disuruh ngambil dan dibawa pulang. Semua anak udah dapet papan nama mereka masing-masing dan gue masih bingung nyari dimana papan nama punya gue, dan ternyata ada ditangan salah satu kakak senior dan papan gue ada diposisi paling bawah. Begitu gue mau ngambil papan nama itu dan gue udah megang papannya diujung sebelah kanan, ternyata disisi kiri itu ada kakak senior tadi yang ngeliatin aku itu juga mau ngambil papan aku. Terjadilah pandang-pandangan mata untuk yg pertama kalinya antara aku dan dia alias si Mercon, kayak di film-film ituloh. Iya, jadi aku megang papan disisi kanan, dia disisi kiri lalu tatapan dan itu so sweet banget♥ Begitulah yang gue inget. Meskipun sebenernya cerita ini panjang banget dan kayaknya gak bakal muat kalo diceritain semua secara detail tapi gue berusaha inget semuanya kejadiannya :')

Lanjut!
Sampe yang aku inget banget, waktu awal bulan September 2012, tepatnya tahun lalu. Dan kalo gak salah sih tanggal 9 September 2012 dan tepatnya lagi malam minggu waktu itu si Mercon ngesms aku untuk ngasih info bahwa hari minggu nanti ekskul diliburkan. Lalu, ku balas "terimakasih infonya kak" dan katanya dia "samasama". Lalu, berlanjutlah sms itu kemasalah drumband dan dia nanya-nanya ke aku nanti mau pegang alat apa, ya pokoknya smsan itu terus berlanjut diantara kita. Sampe-sampe itu malamnya aku gak bisa tidur karna dapat sms dari dia dan justru smsannya berlanjut dan aku baru sadar bahwa itu adalah kakak senior yg ngelihatin aku sewaktu MOS DBS itu. Weowe banget! Sampe akhirnya, besok paginya tepat minggu pagi atau minggu siang gitu kita masih smsan dari semalem dan dia ngesms aku lagi dan dia menyatakan perasaannya sama aku, dia bilang kalo dia suka sama aku meskipun saat itu dia lagi sepedaan sama pacarnya ke Lanud dan bodohnya dia malah bilang kepacarnya kalo dia suka sama aku. Bayangin aja sendiri gimana perasaan pacarnya? Udah pasti sakit hati banget kan. Secara lah si Mercon kan ngomongnya frontal gitu ke ceweknya, gimana ceweknya gak marah coba. Katanya dia sih sempet sedih dan nangis gitu waktu tau itu. Dan karna itu, pacarnya dia jadi kayak musuhin aku gitu, kayak gak suka sama aku. Padahal waktu MOS sekolah itu, ceweknya dia yg ngajarin aku baris-berbaris, tapi ini MOS sekolah loh bukan MOS ekskul. Awalnya, kita justru biasa aja dan baik-baik aja. Eh sekarang malah jadi musuhan gitu, pokoknya kalo ketemu sama aku tuh kayaknya gak suka banget. Kata Mercon sih, dia suka sama aku karna aku mirip pacarnya. Iya bisa jadi, waktu itu pas MOS kan ceweknya yg ngelatih baris kelasku dan bisa aja waktu dia lagi ngeliatin ceweknya eh gak sengaja ngelihat aku juga dan malah jadi suka dan katanya sih waktu itu dia udah mau keluar dari drumband eh gajadi karna tau aku ikutan ekskul drumband. Gila kan? Gilak banget!
Ya akhirnya dari situlah, aku sama mercon semakin dekat dan sering smsan. Waktu dia nyatain perasaannya itu, aku bilang aja sih ke dia untuk jalanin aja dulu sama pacarnya yang sekarang, jangan sakitin dia karna dia kan perempuan jadi aku juga tau persis gimana perasaannya :')

Berlanjut ke The Pieces of Story 2


Sabtu, 14 September 2013

Hujan dan Pelangi

Hujan.

Aku selalu senang setiap kali hujan turun apalagi jika aku dapat merasakan butiran-butiran tetes air hujan yang turun ke bumi, rasanya semua beban telah hanyut bersama air hujan yang membasahi tubuh. Aku sangat senang menangis dikala hujan turun karena hujan seakan selalu mewakili perasaanku yang sedang gundah, ya menangis bersama hujan. Langit seakan ikut menangis ketika melihat diriku ini menangis. Hujan seakan menjadi saksi bisu bahwa diriku ini sedang berduka dan menuangkannya lewat tangisan bersama hujan. Hujan akan selalu menutupi setiap tetes airmata yang jatuh dan takkan ada seorangpun yang bisa melihatku menangis dibawah tetesan air hujan, ya takkan ada yang tau kecuali aku, Tuhan dan hujan.

Hujan dan pelangi selalu datang untuk membawa berkah bagi setiap makhluk hidup dan seisinya. Keduanya selalu membawa berkah bagi setiap orang yang melihat dan merasakannya. Ternyata, hujan memiliki kemampuan menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Itulah mengapa setiap orang yg melihat hujan akan selalu teringat atau terkenang tentang masa lalunya. Hujan juga selalu menghadirkan cerita-cerita manis maupun pahit disetiap tetesnya. Hujan juga selalu menghadirkan kebahagiaan dan keceriaan bagi sebagian orang yang menyukainya, karena ada banyak pesan yang tersampaikan lewat hujan, termasuk kenangan hidup, begitu juga dengan pelangi. Entahlah mengapa keduanya begitu istimewa diciptakan oleh Tuhan dan sangat melekat dihati bagi sebagian orang, termasuk diriku. Karena, aku selalu yakin setelah hujan turun akan selalu ada pelangi yang hadir menghiasi langit dan selalu memberikan kebahagiaan bagi setiap orang yang melihatnya. Ya karena, pelangi begitu indah dan berwarna menghiasi langit yang tadinya gelap kelabu dan mendung kelam karna turunnya hujan. Ya begitulah biasanya, akan selalu ada kebahagiaan yang hadir setelah kesedihan. Percayalah! Pelangi akan datang setelah redanya hujan :')

NO RAIN, NO RAINBOW.

Rabu, 21 Agustus 2013

Sahabat Kecil

"Sahabat Kecil"? 

Apa yang kalian tau tentang sahabat kecil? Tentu saja, yang ada dalam fikiran kalian pastinya sahabat kalian atau teman dekat kalian ketika kalian masih kecil atau bahkan kanak-kanak. Coba deh kalian inget-inget lagi tentang sahabat kecil kalian. Pasti salah satu diantara mereka ada yang sangat berkesan dan berarti yang pernah membuat hari-hari kalian menjadi lebih berwarna saat kalian bersama orang tersebut. Kalian menghabiskan waktu dan masa kecil kalian bersamanya, meski hanya untuk bermain bersama, melakukan hal-hal kecil itu bersama, atau mungkin melakukan hal-hal sepele yang menurut orang lain tidak penting yang kalian lakukan bersama sewaktu masih kecil. Aku rasa, hampir seluruh orang didunia ini pasti mempunyai teman bermain sewaktu kecil yang disebut itu, sahabat kecil :')


Tentu saja itu semua akan meninggalkan bekas kenangan yang begitu manis untuk dikenang. *oke maap bahasa gue ketinggian, saking melow nya nih jadi begini-_-* 
Okay, gue sendiri pastinya punya sahabat kecil yang sampai saat ini masih gue inget dan ada beberapa yang masih sering ketemu dan masih satu sekolah, ada juga yang jarang ketemu, ada juga yang bahkan setelah berpisah tak pernah bertemu lagi bahkan. Kangen sih pastinya kangen banget ya, kangen banget ngelakuin hal-hal kecil yang aku bilang tadi. Tapi mungkin, karna sekarang kita juga udah pada gede dan sudah remaja jadi sudah gak bisa ngelakuin hal-hal seperti dulu lagi karna itu tadi, mungkin aja malu ngelakuinnya.

Sahabat kecil yang gue masih inget dan masih deket itu juga tinggal di kota yang sama dengan gue tapi kita beda sekolah sih tapi kadang masih berhubungan dan dia juga masih inget kok :')
Namanya itu Tiara, dia anaknya cantik, baik, manis, pokoknya yang baik-baik deh ada di dia. Dulu, waktu kecil, gue suka main bareng sama dia bahkan waktu taman kanak-kanak/ TK gue bahkan lebih sering main sama dia daripada temen-temen lainnya. Sebenernya waktu itu Tiara deketnya sama Tissa dan Tika, iya mereka ngebikin grup persahabatan gitu pas TK, karena nama mereka depannya sama-sama huruf 'T' jadi nama grupnya ada 'T' gitu lah, gue juga lupa-__-
Gue bahkan pengen ikutan gabung sama mereka tapi sepertinya mereka gak nerima gue, karna panggilan gue pas TK itu ya Nindy, kan gak cocok dong sama grup mereka yang dominan huruf T. Yaudah sih gapapa, toh Tiara masih mau temenan sama gue dan bahkan lebih sering main sama gue ketimbang sama Tissa dan Tika. Tapi akhirnya, Tissa dan Tika itu khilaf kok *eh. Iya mereka akhirnya temenan bareng kok waktu itu, dan emang gak pernah terjadi pertengkaran atau pertikaian sih antara kami cuma ya itu tadi awalnya emang gak deket tapi akhirnya deket banget bahkan sampe sekarang.

Sebenernya, banyak sih temen-temen yang dari TK sampe SD sampe SMP itu kita masih ketemu dan selalu satu sekolah sih, cuma karna gak deket sih jadi ya gak begitu tau juga dan gak bisa disebut sebagai sahabat kecil ya, terlalu tinggi mungkin. Bisa jadi cuma teman semasa kecil gitu doang sih ya (oke bisa jadi-_-).

Sahabat kecil gue berikutnya yang menurut gue ini paling berkesan dan sangat berkesan dihidup gue, yang mungkin gue gak bakal lupa sama dia seumur hidup gue :"
Namanya Tika. Dia orangnya cantik, baik, pinter, walaupun kadang suka gak nyambung diajak ngomong karna agak telmi tapi gue sayang sama dia :')
Gue kenal dia udah lama banget, sama kayak Tiara dan Fikry itu. Tika ini ya orang yang gue ceritain sebelumnya yang pas bagian Tiara itu, yang dia punya grup 'T' itu bareng Tissa dan Tiara, iya ini orangnya. Jadi, gue kenal dia pas TK sampe SD kita selalu bareng-bareng, selalu sama-sama, meskipun pas kelas 6 SD sebelum ujian nasional itu dia mutusin untuk pindah rumah ke Banjarmasin. Dia bilang, itu kemauan mama nya sih untuk pindah dan menyegerakan dia untuk pindah supaya dia bisa ujian nasional disana bukan disini, di Pangkalanbun. Ya kalo emang itu udah jadi keputusan mamanya ya, kita mana bisa apa-apa. Kalo kata tika nya sendiri sih, dia sebenernya gak mau pindah, cuma ya itu tadi kembali lagi karna keputusan mamanya. Sebenernya berat sih ya pisah sama sahabat sendiri, sahabat yang udah lama lo kenal dan udah lama deket juga dari kecil malah dan udah hampir 8 tahun kita bareng-bareng dan tiba-tiba dipisahin gitu aja, menurut kalian gimana sih? Pasti semua rasa sedih, kecewa dan gak rela itu pun bercampur jadi satu. Rasanya mungkin lo ingin menahan dia tapi lo gak bisa lakuin itu, anak sd yg saat itu gabisa apa-apa dan gatau harus apa, lo cuma bisa nangis, pasrah, bahkan gue sampe ngalamin sedih terus-terusan karna kehilangan dia tadi. Gue tau, dia cuma pindah ke tempat lain bukan berarti ninggalin selamanya dan masih bisa ketemu tapi asal kalian tau aja, gue ini sama Tika beda suku. Dia orang banjar itu tadi dan gue orang jawa, jadi mana mungkin kalo seandainya salah satu diantara kita ketempat yang berlawanan tadi itu kita gak bakal ketemu, selain kita mungkin bisa ketemu di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah tempat kita saling kenal dan pernah bareng-bareng disini.
Gue masih inget banget itu hari terakhir kita ketemu disekolah, tepatnya di SDN 1 Sidorejo sekolah kita dulu. Waktu itu hari sabtu dan gue inget banget kita masih pake baju pramuka warna coklat dan waktu pulang sekolah dan kita saling berpisah dan sempet pamit dan janji bakal ketemu lagi suatu saat :')
Udah, itu terakhir kalinya gue ketemu sama dia. Setelah itu, gue gak pernah ketemu lagi sama dia sampe sekarang bahkan saat ini juga gue lagi nulis artikel ini, kalo dihitung mungkin udah hampir 2 atau 3 tahun kita gak ketemu. Waktu itu, katanya saat dia lagi berkunjung ke Pangkalanbun karna nenek atau kakeknya gitu meninggal dan dia gak ngabarin aku waktu itu, cuma Adel yaitu temen kita juga, dia tetanggaan punya toko seberangan sama tokonya nenek Tika juga. Dia gak ngabarin gue saat itu kalo misalnya dia lagi di pbun, katanya dia mau bikin surprice buat gue, mau nemuin gue langsung tapi ternyata gak sempet katanya, yah kita gak jadi ketemu. Dan saat itu pun, saat dia ada di pbun juga gue gak tau sama sekali. Gue baru tau kalo dia sempet ke pbun itu setelah beberapa minggu dia udah balik ke Banjarmasin, dan itu pun gue taunya dari Adel dan bukan dari Tika nya langsung. Rasanya nyesel banget, seandainya dia ngasih tau gue saat itu, mungkin gue juga akan usahain buat ketemu sama dia. Tapi mungkin Tuhan belum menghendaki, mungkin kita belum saatnya untuk bertemu, ya sudahlah, aku pun gak marah kok :" 
Cuma, kalian bayangin aja sendiri. Dua orang anak manusia yang bertemu sejak kecil lalu menjadi seorang sahabat dan selama 8 tahun kita bareng-bareng itu tiba-tiba kita dipisahin gitu aja. Gimana perasaan kalian? 8 tahun itu bukan waktu yang singkat, perlu banyak waktu, perlu proses, banyak juga kejadian yang udah kita alami bareng-bareng. Ya intinya seperti itulah, dari dia gue dapet banyak arti dari sebuah persahabatan. Menurut gue, dia sahabat yang paling tulus dan ngertiin gue dibanding sahabat-sahabat lain yang mungkin juga udah lama gue kenal sampe yang mungkin baru gue kenal. Mungkin, dia akan tetap menjadi yang terbaik :')
Kalau aja waktu bisa diputar, aku pengen bisa kayak dulu sama dia, bisa ngabisin waktu bareng-bareng.
Kalo menurut gue, seandainya lo udah punya 1 sahabat yang bener-bener tulus sama lo. Jangan biarin sahabat itu pergi. Karna kalo dia pergi, mungkin 1000 sahabat lo yang lain bisa saja menusuk lo dari belakang seperti kebanyakan sahabat-sahabat lain. Dan mungkin setelah dia pergi, lo baru akan merasakan kehilangan dari sahabat itu sendiri, dan juga lo baru akan menyadari bahwa dia sebagai tempat lo bersandar saat 1000 sahabat lo yang lain itu menusuk lo dari belakang. Hanya ada 1 sahabat yang benar-benar akan dengan tulus memberikan bahunya sebagai tempat lo bersandar :')

Satu lagi, sahabat itu gak memandang dari segi manapun dan segi apapun itu, baik dari segi agama, suku, etnis, budaya, dll. Kita semua sama, sama seperti lambang negara kita "Bhinneka Tunggal Ika" walaupun berbeda-beda tapi tetap satu jua :') Hahaha ini kenapa jadi nyambungnya ke bhinneka tunggal ika coba hahaha *ketawa ngakak*

Sayangilah sahabat-sahabat kalian, terutama sahabat kecil kalian. Jangan pernah lupakan sahabat kecil kalian, meski itu hanya sebagian dari kisah masa lalu kalian. Trust me! :')

Sebenernya masih banyak banget cerita-cerita tentang persahabatan gue sama Tika ini yang kalo diceritain mungkin gak ada habisnya. Begitu juga dengan temen-temen dan sahabat kecil gue lainnya.  
GUE SAYANG KALIAN SEMUA GUYS! I MISS YOU GUYS SO BADLYYYY!!!! I HOPE WE CAN MEET AGAIN AND CAN REPEAT TIMES PAST :') iloveyousodamnmuch♥

Minggu, 18 Agustus 2013

Fireworks!

Hi! Ketemu lagi sama gue di postingan gue yang kesekian kalinya untuk berbagi sedikit cerita dan pengalaman. 



Hmm.. ada yang tau gak kenapa artikel gue ini gue kasih nama "Fireworks!"? Kenapa hayo? Padahal diartikel gue sebelumnya tentang dia juga itu judulnya "Moodbooster :3". Dia itu yang gue maksud ya yang ada di foto itu, iya Vean Arvian/ Vean Mardhika/ Arvian Wahyu Mardhika. Ya terserah kalian lah ya mau bilangnya apa-_- Oke gue jawab yah, karena di blognya vean itu dia suka bilang 'Fireworks' gitu. Karena kata dia sih, fireworks itu gak selamanya ada, sekalinya ada dia slalu bawa keceriaan dan senyum kasih kesan buat orang dan bikin orang pengen ngeliat lagi. Sama dengan halnya fireworks yang asli atau kembang api. Sekalinya kalian nemuin benda itu pasti bakalan ketagihan buat pengen ngelihat lagi dan lagi. Gitu loh :" 

Oke langsung aja pada inti dari cerita ini. Gue seneng banget waktu tau artikel gue yg gue posting di blog yg judulnya "Moodbooster :3" itu laku keras dan booming karena jumlah reader paling banyak diantara artikel-artikel gue lainnya. Sebenernya sederhana sih, artikel itu cuma nyeritain tentang realita yang gue alami setelah gue mendapatkan (what? mendapatkan? lo pikir barang yekali.) moodbooster baru gue yang bikin gue bersemangat setiap kali dapet balesan mention dari dia. Makanya gue jadi terinspirasi buat bikin artikel baru lagi tentang dia dan berharap artikel ini juga bakal booming seperti artikel gue yg Moodbooster :3 itulah ya. 

Cowok dewasa yg gue kenal dari program acara sahur YKS/Yuk Kita Sahur di TRANSTV yang waktu itu lagi booming dan jadi acara sahur nomor 1 di Indonesia *yeyhore *gaya ala cheersleader* seperti yang kalian tahu bahwa ia adalah Creative Transtv yang terbilang cukup eksis dan kece karna sering inframe depan kamera, katanya sih semua crew emang disuruh inframe jadi ya wajar sajalah ya. Cowok yang sering disebut sebagai Vean Mardhika ini memiliki nama asli Arvian Wahyu Mardhika dan bisa difollow orangnya untuk kenal lebih dekat di @veanarvian sebenernya sih banyak juga kok crew lainnya yang gak kalah kece dan gantengnya juga, seperti yang udah gue bilang diartikel "Moodbooster :3" (silahkan dibaca terlebih dahulu). Cowok yang berdarah Jawa Timur alias Surabaya ini lahir pada tanggal 17 Agustus 1989 lebih tepatnya saat kemerdekaan makanya namanya dia ada kata "MARDHIKA" yang bisa jadi itu artinya "MERDEKA". Dan waktu kemarin gue ngucapin selamat ulang tahun gitu buat dia, baru juga gue mention sekali eh udah dibales sama dia yah padahal gue pikir sih gue bakal butuh banyak perjuangan supaya dibales sama dia eh ternyata enggak juga sih hehe. 
Gue suka dan kenal cowok ini ya dari program acara sahur itu dan gue sering-sering aja mention ke dia dan siapa sangka justru dibales terus menerus gitu. Manis dan pahitnya hidup semenjak gue kenal dia itu udah gue telan hidup-hidup *glek. Dari mulai senengnya waktu dibales sama mas vean dan kita keliatan akrab gitu, sampe pahitnya waktu gue mention ke vean itu dia pernah marah-marah sama gue dan sempet agak renggang cuma pas lebaran kemarin udah minal aidzin juga kok kita berdua mhihi jadi insyaallah gak ada kesalah pahaman lagi :3. Ada juga pengalaman pahit waktu itu gue dikeroyok dedek2 piranha─sebutan untuk para fansnya yg ganas dan alay─ ya bisa jadi bisa jadi. Fansnya dia yg ganas itu tuh yang sepertinya iri dengan gue karna gue sering banget dibales sama mas vean. Ya mana gue tau lah ya kalo bisa jadi sedeket itu sama dia, mungkin karna gue follow dia dari followers dia sekitar 5ribuan sampe sekarang yg udah puluhan ribu itu jadi mungkin aja dia udah hafal sama username twitter gue yang sering mention dia juga dengan sebutan "masve" seperti panggilan khusus buat dia dari gue wekaweka *ketawa*. Sampe yang bikin gue ketawa geli waktu itu, temen-temen sekolah gue itu kan juga lagi suka-sukanya sama crew trans waktu itu tapi mereka sukanya sama crew yang lain selain Vean karena katanya sih mereka merelakan vean bersama gue haha malah dikiranya gue punya hubungan khusus sama vean kayak kakak-adik gitu atau sodara sepupuan atau antara om dan keponakan, bahkan sampe dikira pacarnya pula *duh amin. Soalnya saking seringnya mention gue dibales sama dia dan karna panggilan gue kedia "Masve" itulah yang bikin temen-temen gue ngira kita berdua akrab dan punya hubungan khusus. Gilak! Kebayang gak sih sampe segitunya perkiraan mereka, jadi bisa dibilang kalo cuma gue yang ngefans bener-bener sama vean dari sekian temen-temen gue. Seneng sih pastinya seneng lah ya.
Oh iya, temen-temen gue juga sempet heran kenapa mention gue sering dibales vean dan mereka selalu aja nanya apa sih rahasianya. Gue bilang, gue gak ngelakuin apa-apa selain cuma mentionin dia tiap hari itu doang. Mereka speechless dan gak percaya. Oh fakk men! (gaya khas vean ditwitter). Tapi akhirnya mereka ngertiin kok dan percaya dan ngedukung hubungan gue sama vean *eh *okemaap. Yang penting tetep KEEP SMILE! *langsungjogetcaisar*  

Oh iya, kalian udah baca artikel terbaru dari mas vean belum? Kalo gue sih udah ya *bangga gitu*
Pas gue baca itu, senengnya naudzhubillah masya Allah allahu akbar subhanallah haha. Disitu diakhir artikelnya, dia ada nulis kayak begini nih,
"Hal yang paling membahagiakan dalam hidup salah satunya adalah ketika nama lu tiba-tiba ada di beberapa blog orang lain dan menjadi inspirasi mereka" Alhamdulillah, kenali saya lebih dekat, mungkin tampak luar nya terlihat jutek, di twitter terlihat Sombong, Twitter bukan tolak ukur utama khan...

Seneng banget lah ya, gue adalah termasuk orang itu. Yap! Orang yang menyebutkan nama dia diantara artikel-artikel gue di blog :)


Sekian ya cerita gue tentang moodbooster baru gue ini, semoga dia bakal tetep jadi moodbooster gue paling ampuh selain chocolate. Hehe.. Muach! Smooch! iloveyousodamnmuch♥

Bagi yang pengen ngunjungi blog dia, bisa dibuka di link berikut ini: http://veanmardhika.blogspot.co.id/
Semoga bermaanfaat! Thanks for reading guys.

Nah iya, ini gue ada sedikit foto-foto dia waktu lagi pake baju kebanggaannya Transtv yang item itu aahhh love♥


Kamis, 01 Agustus 2013

Moodbooster


Siapa sih yang ada di foto diatas ini? Yang fotonya jadi tampilan utama di artikel ini. Hmm.. kasih tau aja deh, dia itu Vean Mardhika, kalo nama aslinya sih Arvian Wahyu Mardhika. Awalnya, gue gak tau siapa nama cowok itu tapi gue coba cari tau di twitter dan awalnya ngelihat akun resmi transtv yang waktu itu tweetnya dia sering di retweet sama akun trans, dari situ pas gue liat avatarnya, gue sempet gak yakin kalo itu dia, soalnya muka dia di tipi sama di foto beda banget. Dan setelah gue perhatiin lagi, ternyata emang bener itu akun twitter nya si cowok ganteng itu. Yah pokoknya kayak gitu lah, dan gue coba mention ke dia, waktu itu followersnya sekitar 5ribuan. Awalnya, gue mention dia buat yang pertama kalinya gak dibales itu pun masih maklum baru pertama mungkin atau bisa jadi tenggelem (ya bisa jadi bisa jadi), yang kedua gak dibales lagi, yang ketiga gatau gue lupa -__- 

Sampe akhirnya suatu pagi, untuk yang pertama kalinya dia ngebales tweet gue yang waktu itu cuma sekedar ngucapin selamat pagi ke dia dan dibales pagi juga dan selamat berpuasa gitu katanya, weowe emejing bingits :O *alay. Dan setelah mention gue dibales sama dia sekali itu, gue mention dia lagi dan lagi sampe akhirnya dia bales lagi. Awalnya, gue sempet takut gitu ya waktu liat tl dia tuh isinya pada marah-marah ke fansnya karna dia kan lagi sibuk padahal mention para fansnya itu ada yang udah dibales, ada yang belom dan mereka itu marah-marah dan bilangin mas vean sombong makanya dia marah dan lebih baik nyuruh unfol. Dan pernah waktu itu, hal yang gue takutin gue gak pengen dimarahin sama dia eh ternyata malah kejadian juga, dia kayak marah dan ngebentak gue gitu gara-gara dikiranya gue gak puas sama semua tweets yang udah dibales sama dia, dia nyuruh gue unfollow dia aja daripada bikin dia selalu serba salah. Dan sebenernya niat gue itu bukan ngebikin dia marah gitu, itu kan cuma sekedar ungkapan yang niatnya bercanda eh malah direspon kayak begitu kan gue juga sempet sakit hati. Waktu ngebaca mention dia yang marah gitu gue takut dimarahin sama dia, gue takut sumpah, tapi gue pun gak suka dia ngebales mention gue kayak gitu, dia ngebentak gue sampe gue hampir nangis :'| Gue minta maaf yang sedalem-dalemnya sama dia yah meskipun diabaikan tapi besoknya gue coba lupain masalah waktu itu dan mungkin dia pun gamau ngebahas soal itu lagi, gue coba mention ke dia lagi tapi dengan gaya bahasa yang biasa aja dan buktinya dibales sama dia pun biasa aja dan dia gak marah. Setelah dari situ, gue pun mention dia mulu tiap hari, tiap saat (eh gak tiap saat juga sih -_-) nyatanya mention gue dibales terus-terusan sama dia sampe itu favorite gue penuh mention dia yang sengaja gue jadiin fav emang. Gue seneng, gue bahagia, gue happy banget waktu dia ngebales mention gue dengan gaya santai seolah-olah kita udah kenal lama, kenal deket, kenal akrab banget malah. Yah begitulah, saking seringnya mention gue dibales sama vean dan gue pun punya panggilan khusus buat dia "masve" dan mungkin dia udah hafal banget sama uname dan panggilan gue itu karna gue sering banget mention ke dia. Dan gue sering banget nge-stalk tweet dan semuanya tentang dia, gue jadi tau gimana sibuknya dia kerja di tv, dan segala macem cara masuk ke trans itu gimana. Dia orangnya emang cuek, makanya wajar kalo fansnya dia pada kabur gara-gara semuanya pada 'gondok' gara-gara mentionnya gak dibales sama mas vean. Banyak fansnya yang pindah hati ke crew trans yang eksis lainnya tapi juga ramah, kayak Alie Akbar, Prabu Pewe, Oritama Kayadi dll. crew lainnya juga pada ganteng-ganteng kok, nah pas fansnya semua pada kabur dan gue tetep bertahan karna gue udah ngerasa deket banget sama masve jadinya gue santai, justru disaat yang lain pergi itu adalah kesempatan buat gue supaya mention gue dibales terus sama masve. hohohoho *laughdevil*
Nah oh iya, waktu itu sempet ada fansnya masvean juga yang ngefollow gue karna dia liat gue sering banget dibales sama masve dan kayaknya dia iri karna dia gak pernah dibales dan katanya sih udah gondok dan sebel banget sama vean dan dia nunjukkin kegondokkan nya itu ke gue (maksudnya bukan gondok beneran yg penyakit itu bukan-_-) dia kayak ngejudge gue gitu, dan baru kali itu gue ngerasain dijudge sama orang yang bisa dibilang haters mungkin, pantesan aja gimana masve gak marah coba kalo fansnya udah diladenin masih aja kayak gitu ckck. Akhirnya, gue kasih pencerahan ke anak itu, gue bilang sama dia, kalo masve itu sibuk dan gak selamanya megang hp untuk balesin mention jadi kalo mau nge-mention dia itu sebaiknya liat-liat waktu aja pas dia lagi gak sibuk gitu pasti dibales kok dan akhirnya dia ngerti dan dia coba ngelakuin apa yang gue bilang, dan ternyata emang bener dibales sama masve tapi setelah itu dia mention terus-terusan dan karna mentionnya gak dibales lagi sama masve, itu orang malah ngebilang masve sombong, jadilah masve marah sama dia dan bales mentionnya pedes sejadi-jadinya gitu. Aiihh kalo gue mah gak mau deh dimarahin lagi sama masve, cukup sekali itu aja hh-__-


Oh iya, lu tau gak? (ya jelas gak tau lah kan belum gue kasih tau gimana sih -,-) waktu gue lagi nulis cerita ini di blog pun, mention gue lagi dibales-balesnya tuh sama mas vean. Haha iya, dia emang jomblo dan umur gue sama dia beda 10tahun (gilak jauh banget -_-) dia lahirnya pas kemerdekaan noh eh tapi tahunnya yang beda loh ya. Dan yang bikin gue seneng lagi, dia kalo ngebales mention gue itu bahasanya asik kayak udah akrab gitu, beda sama yang lain tuh pokoknya mah dia itu gak seburuk yang orang lain nilai, kalo udah kenal lebih jauh pasti tau gimana keseharian dia juga jadi ngertiin jam-jam dia lagi sibuk dan enggak. Kalo kita ngertiin dia pasti dia pun ngertiin kita dan akan ngerasa nyaman bahkan.



Sebelumnya juga mau minta maaf kalo cerita ini agak gak nyambung dan rada gaje (emang gak nyambung dan gaje) soalnya saya sendiri juga bingung mau gimana ceritanya jadilah begini. Haha harap maklum :D

Sekian. Wassalam!

Jumat, 12 Juli 2013

Orang Jawa

Hi! Aku mau cerita nih tentang orang jawa, waktu liburanku kemarin aku sempet ketemu sama orang jawa yang menurutku agak aneh gitu. 

Jadi, yang pertama. Waktu itu pas lagi di Klaten, disebuah toko kayak tempat perbelanjaan gitu, di kasir kan ngantri panjang tuh terus aku niatnya mau nyusul mama aku yang udah ada diantrian kasir nomer berapa gitu gatau. Terus kan rame banget tuh aku sampe gak bisa lewat gitu kan, jadi aku bilang 'permisi' sama ibu-ibu yang badannya agak gede jadi ngalangin jalan gitu. Terus dia bilang 'monggoh' gitu loh, sumpah itu pertama kalinya digituin sama orang. Biasanya mah kalo bilang permisi gitu ntar yang ada orang yang udah ngantri pada marah-marah gitu karna diserobot, eh ini malah dipersilahkan loh. Sumpah salut banget sama orang jawa haha B).


Yang kedua, waktu liburan itu aku udah ditinggal sama orang tua aku, jadi aku tinggal sama tante sama om ku kan di Semarang. Terus aku diajak jalan-jalan, mereka ngajak ke toko perabotan rumah tangga gitu, soalnya tanteku mau nyari meja kantor gitu. Lah terus pas udah selesai nyari mejanya, tante sama om ku liat-liat kasur gitu terus pengen beli kayaknya. Nah, terus ada orang ya cowok gitu lah orangnya tinggi (gak tinggi banget juga sih sedang gitu), putih, gayanya sih cupu culun gitu dengan tas selempang yang ditaruh didepannya. Dan ternyata orang ini sales kasur (gatau tulisannya-_-) ya biasa dagang kasur gitu. Dia ngasih info tentang kasur-kasur mana yang bagus, mana yang jelek gitu kan. Sumpah orangnya sih ganteng gitu ya, cuma lo bakalan ilfeel begitu denger suaranya........ suaranya itu medok jawa banget, ngomongnya halus, lembut, pelan, persis cewek banget. Gue aja jadi ilfeel begitu tau, cuma heran aja gitu kok masih ada ya cowok yang ngomongnya jawa banget dan halus kayak gitu cobak. Gue aja sampe ternganga dengerin dia ngomong. Sumfeh dah! -__-

Yang ketiga, waktu itu lagi jalan-jalan di malioboro, Jogja. Jadi, waktu itu aku, tante, om, sama dega juga itu nungguin mama sama papa lagi beli hiasan dinding gitu lah kan lama banget tuh. Nah pas waktu itu, ada beberapa ibu-ibu yang jualan dipinggiran malioboro itu lagi pada ngerumpi kan terus datanglah bapak-bapak yang jualan keset yah atau bahasanya sih alas kaki itu loh. Si bapak yang jualan keset ini nawarin ke ibu-ibu pedagang tadi, nah si ibu-ibu pada tertarik dengan kesetnya. Ibu-ibu pedagang ini nawar harganya gimana kalo dapet 3 itu 20.000, tapi si bapak ini bilang gak bisa pokoknya 20.000 cuma dapet 2. Akhirnya terjadilah perselihan antar pedagang si bapak dan si ibu tadi, si ibu-ibu tetep aja nawarnya sampe kebangeten deh, masa 1 keset ditawar sampe 1000 itu parah banget sumpah. Tapi disisi lain, si bapak penjual keset tadi tetep pada pendirian bahwa gak bisa ditawar lagi itu harganya. Si ibu ini akhirnya nyerah juga, dia beli 2 keset dgn harga berapa gitu lupa deh dan dia bayar pake uang 20ribuan terus angsulnya kurang seribu tuh, nah si ibu-ibu pedagang ngasih tawaran nih, gimana kalo kurang seribunya nambah keset 1 lagi, lah tapi si bapak tadi tetep ngotot gamau kalo cuma kurang seribu mau ditambah keset 1 lagi, ya jelas si bapak rugi lah. Akhirnya, bapak ini nyari kesana kemari buat nukar uang biar ada kembalian tuh si ibu. Tapi akhirnya, dapet juga uang kembalian seribunya dengan usaha si bapak muterin pasar buat nuker uang hahaha kocak banget sumpah. Gimana gak bentrok coba nawarnya sampe habis-habisan, pedagang nawarin dagangannya ke pedagang ya pasti bakalan bentrok lah hahaha. LOL!


Sekian. Wasalam!