Bayang Semu

Aku mendekat, kau menjauh. Aku menjauh, kau semakin menjauh
dariku.
Aku tahu, aku memang tak pernah ada dalam kehidupanmu.
Aku tahu, aku memang bukan siapa-siapa untukmu.
Aku juga tau, bahwa kau tak pernah menganggapku ada.
Kau tak pernah melihat segala ketulusan-ku.
Aku memang selalu ada untukmu, tapi bagimu aku tak ada. Tak pernah ada.
Bagimu, aku hanya seperti bayangan gelap yang tak terlihat. Nyatanya, bayangan
itu ada. Tapi, ia tak pernah menunjukkan kepadamu bahwa sebenarnya bayangan itu
selalu ada untukmu.
Sebenarnya bayangan itu ingin selalu berada disampingmu dalam wujud nyata,
bukan dalam wujud bayangan semu yang samar-samar dan tak jelas keberadaannya.
Bayangan itu ingin sekali bisa meraihmu, menggapaimu, menggenggam tanganmu
dalam nyata. Tapi, nyatanya ia tak dapat meraihmu. Ia hanyalah bayangan semu yang
tak nyata bagimu.
Bahkan kau sendiri pun tak pernah melihat ke bawah dan menundukkan kepala
sejenak untuk melihat sisi bayangmu. Bayangan itu rasanya tak berguna, tak
terlihat, tak tersentuh, tak berarti…………………………………………… BAGIMU!
Tanpa kau sadari, bayangan semu itu selalu ada disampingmu,
didekatmu. Tapi, rasanya kau tak pernah memperdulikan bayangan itu. Tak pernah!Mengertikah engkau bahwa bayangan itu tak dapat berbuat
apa-apa. Ia hanya akan selalu berada disampingmu dan akan selalu mengikuti
gerak-gerik disetiap langkahmu, meskipun kau tak pernah melihatnya dan selalu
menginjaknya, bahkan mengabaikannya. Aku selalu diabaikan, terabaikan olehmu. Tapi,
apalah daya? Inilah aku, aku hanyalah bayangan
semu-mu.
Sadarkah engkau? Apakah kau tak pernah menyadari itu semua?
Ah sudahlah! Aku tahu, kau tak akan pernah menganggapku ada. Aku tahu, kau tak
membutuhkanku. Aku tahu, aku tak berarti apa-apa di matamu.
Maafkan aku, jika selama ini aku bayangan
semu-mu selalu membuatmu susah, selalu membuatmu repot, selalu membuatmu
merasa terganggu. Maafkan aku!
Bayangan Semu-mu.