Magelang, 21 Februari 2026
Kepada lelaki yang hari ini sedang berulang tahun,
Kuucapkan sekali lagi "Selamat Ulang Tahun" untukmu, seluruh ucapan dan doaku telah kusampaikan padamu melalui pesan singkat.
Meskipun, awalnya ku sempat ragu untuk mengucapkannya tepat pada pergantian hari atau tak mengucapkannya sama sekali, karena perang dingin yang sempat menyerang beberapa hari sebelum hari ini. Namun, satu-satunya sahabat yang ku percayai dan mengetahui mengenai hal ini meyakinkanku untuk melakukannya, karena ia amat mengenalku. Aku yang dingin namun rapuh ini sebetulnya sangat amat ingin mengucapkan ucapan selamat itu padamu.
Dan aku bersyukur karena telah membuat keputusan yang tepat untuk tetap mengucapkannya padamu, meskipun tidak tepat pada pergantian hari, ya sudah tapi itu bukan yang utama.
Yang utama adalah doa-doaku untukmu selalu kupanjatkan, baik untukmu dan juga untukku, bahkan pada malam hari itu, saat pergolakan batinku.
Banyak kata yang tidak bisa kusampaikan langsung padamu, hingga aku hanya dapat utarakan melalui tulisan ini.
Terima kasih karena telah hadir di kehidupanku yang sunyi ini, menghidupkan kembali semangatku untuk menjalani hari-hari meskipun hanya untuk sekedar melihatmu atau mengetahui kabarmu hari itu.
Terima kasih juga telah menunjukkan sisi baik dari dirimu yang menjadikanku pandangan untuk melakukan sama baiknya, kamu layaknya sosok baik yang Allah kirim sebagai pengganti seseorang sebelumnya yang pernah membuatku memiliki pandangan dan panutan baik bagi diriku sendiri.
Aku belajar banyak darimu dan hatiku tumbuh karena kehadiranmu. Aku bersyukur bertemu denganmu pada waktu ini, terima kasih telah menunjukkan padaku dan meyakinkanku bahwa lelaki yang kuimpikan selama ini bukan hanya khayalan semata disaat aku tak memiliki kepercayaan tentang rasa itu lagi, tapi kamu bisa menunjukkannya tanpa perlu berisik bahwa kamu memiliki hampir keseluruhan tiap-tiap doa yang selalu kulangitkan pada Allah mengenai lelaki impianku, di satu sisi aku pun berterima kasih karena Allah dengan perlahan dan lembutnya telah membuka mata dan hatiku tertuju padamu, membuatku percaya akan kuasa-Nya.
Al Quran Surat Ali-Imran ayat 8 :
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang kepada kesesatan, setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (Karunia)."
Aku berdoa pada Allah atas kehadiranmu ini bukan hanya sebagai kenangan maupun sekedar pelajaran bagiku—seperti sebelumnya, melainkan sebagai pilihan hatiku. Jangan biarkan apa yang telah Engkau tanam ini menjadi layu, jika hari ini belum ada jalan untuk kami, jagalah dia untukku di waktu yang Engkau ridhai.
Satu lagi, aku pun ingin menyampaikan permintaan maaf padamu. Aku tak tahu bagaimana menyampaikan hal ini, aku banyak takutnya.. takut akan sikap, perilaku, perbuatan, dan perkataanku yang mungkin sebelumnya banyak menyakitimu—sebelum aku melihat dirimu dengan kelembutan hati yang Allah tanamkan.
Sekali lagi, "Selamat bertambah usia, Mas."
Semoga doa-doa baik yang dilangitkan untukmu menyertaimu selalu.