Minggu, 22 November 2020

Selamat Bertambah Usia, Aku


 

21 November

Dulu,
Di hari itu selalu jadi hari yang paling aku nantikan setiap tahunnya

Dulu,
Di hari itu selalu ada orang-orang yang paling aku sayangi dan menyayangiku

Dulu, 
Di hari itu selalu ada ucapan dan doa dari orang-orang yang aku sayangi dan menyayangiku

Dulu,
Di hari itu selalu ada kue Black Forest kesukaanku yang hadir sebagai pemanis dan pertanda bertambahnya usiaku

Dulu,
Di hari itu selalu ada kado dan hadiah yang memang aku harapkan ketika itu, seolah-olah impianku terkabulkan, aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan

Dulu sekali,
Aku ingat selalu memiliki memori tersendiri pada tiap peringatan hari ulang tahunku. Seperti misalnya, pada ulang tahunku yang ke-2 dirayakan hanya dengan mama dan bapak di asrama polisi yang sempit, namun terasa hangat karena hanya ada keluarga kecilku didalamnya. Ulang tahun berikutnya hingga memasuki Taman Kanak-Kanak lebih banyak dihabiskan masih bersama kedua orang tuaku, tapi kali ini selalu kita rayakan dengan pergi makan ice cream di toko ice cream favoritku di kota itu yang terkenal dengan sebutan "Es Krim Ahong" dekat asrama polisi tempat kita tinggal sebelum akhirnya kami memiliki rumah dan memiliki adik baru yang lahir di tahun 2004. Atau misalnya, pada saat aku mulai memasuki Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, masa-masa aku beranjak dewasa yang mulai banyak aku habiskan pula merayakan ulang tahunku bersama teman-teman, tetangga teman main, hingga mengundang lelaki spesial yang saat itu mengisi hatiku. Aku ingat pula, setiap tahunnya selalu berganti-ganti lelaki spesial yang aku undang pada perayaan ulang tahunku HHH entahlah betapa mudahnya aku jatuh cinta dengan seseorang ketika itu dan dengan berani mendekati lebih dulu. Dan masih banyak lagi kenangan yang tak terlupakan, semuanya tersimpan dalam memori ingatanku, begitu pula tersimpan oleh tangkapan kamera yang masih aku simpan foto-foto dan videonya, bahkan banyak juga yang tersimpan dalam album foto yang tersimpan di rumah.

Jika ditanya, bagaimana momen ulang tahunku saat ini..
Aku tidak tahu ingin menulis apa atau bercerita apa, karena memang tak ada lagi momen-momen yang dapat aku simpan dalam ingatanku pada hari ulang tahunku saat ini, bahkan tak lagi ada sejak kepergian mama di tahun 2016. Satu-satunya kenangan terakhir yang aku buat adalah pada ulang tahunku yang ke-17 tahun di tahun 2016 setelah kepergian mama kala itu, aku hanya mengundang teman-teman satu kelasku di SMA untuk makan bersama dan menciptakan momen untukku sendiri. Tidak begitu spesial, namun aku senang sekaligus bangga pada diriku sendiri, karena sejak kepergian mama, aku selalu mencoba menciptakan kenangan dan momen bahagiaku sendiri, tak lagi momen bahagia tersebut tercipta oleh orang lain, TIDAK! Tapi, aku sendiri yang menciptakannya. 

Pada ulang tahun ke-21 kali ini, tidak ada hal spesial apapun, karena aku pun tak berniat menciptakan momen bahagia. Ulang tahun kali ini hanya aku lewati seperti hari-hari biasa, tanpa ucapan selamat dari kerabat dan teman-teman, hanya ucapan dari bapak dan adik. Ya, hanya begitu..
Dan sedikit sahabat dekat yang mengucapkan—sedikit terlambat—pada keesokan harinya, tak apa karena aku sudah sering menemukan teman-temanku yang salah mengira tanggal ulang tahunku HAHAA tak masalah, aku tahu hari ulang tahunku memang sulit diingat hingga banyak sekali yang mengira aku berulang tahun pada hari berikutnya di tanggal 22 November.

Namun, aku sangat mengapresiasi dan senang merasa masih ada segelintir orang-orang yang mau berusaha mengingat hari ulang tahunku dan bersusah payah mengucapkan selamat dan doa-doa padaku. Terima kasih untuk sahabat-sahabat yang mengucapkan pada dini hari di 22 November ini, kalian mengirimkan tepat pada kesedihanku dini hari yang memikirkan bagaimana aku menjalani hari ulang tahunku kali ini dengan begitu saja, yang tiba-tiba sudah berlalu tanpa ucapan dan doa-doa dari orang lain selain bapak dan adik yang aku miliki saat ini—keluarga yang aku miliki saat ini.


Sabtu, 31 Oktober 2020

Aku yang putuskan, aku pula yang menyesali

Satu lagi penyesalan yang terjadi karena keputusan yang aku buat

Entah aku yang amat ceroboh atau aku memang bodoh dalam membuat keputusan untuk diriku sendiri
Orang-orang pasti berpikir aku ini plin-plan, tidak pandai memilih keputusan, tidak tegas, dan sebagainya
Memang benar itu semua menggambarkan diriku, aku selalu merutuki setiap keputusan yang aku ambil dan menyesali semuanya di akhir

Bahkan untuk memutuskan suatu hal terkecil sekalipun dalam hidup, aku tidak pernah bisa berhasil, seperti misalnya saat aku diharuskan memilih diantara dua baju yang aku sukai di mall, aku bisa menghabiskan sepanjang waktu hanya untuk menentukan baju mana yang akhirnya aku bawa pulang. Tetapi dulu, aku tidak punya kesulitan untuk menentukan mana yang harus aku pilih, karena aku punya seseorang yang amat berharga dalam hidupku, ialah yang membantuku menyelesaikan setiap permasalahan dalam hidupku, ia yang selalu memberiku jalan keluar dan pertimbangan dari semua keputusan yang harus aku tentukan. 

Seperti dalam permasalahan memilih baju baru, ia selalu memilihkan dua terbaik yang menurut ia akan menjadi yang paling aku sukai diantara banyaknya pilihan itu dan berkata, "Pilih mana yang menurutmu paling kamu suka, kalau sudah tinggalkan yang satunya, kita bayar dan kita pulang. Pasti setelah sampai rumah, bajunya akan bagus dan kamu nggak akan bingung karena semua pilihan kamu tadi nggak ada dirumah." Voila! Ucapannya seperti mantera yang benar-benar merubah pandanganku, semua yang dikatakannya benar. Karena ketika sampai di rumah, tidak ada pilihan lain dan hanya ada baju yang aku beli yang kini menjadi milikku, artinya aku harus melihat apa yang aku punya dan aku akan bersyukur dan senang dengan keputusan yang aku buat untuk mengambil/membeli barang itu. 

Ucapan itu selalu terngiang dibenakku hingga hari ini usiaku akan menginjak 21 tahun, dan hal itu selalu aku implementasikan pada diri sendiri ketika bingung menghadapi berbagai pilihan barang yang hendak aku beli.

Namun, mantera itu tidak berfungsi saat aku dihadapkan dengan keputusan hidup yang aku harus tentukan saat itu juga, karena keputusan yang harus aku ambil bukanlah sebuah barang yang akan aku gunakan atau aku sayang setelah membelinya, tapi aku dihadapkan dengan keputusan untuk diriku sendiri yang akan aku jalani di masa mendatang, entah apa yang terjadi, baik atau buruknya didepan sana yang aku tidak tahu. Karenanya, aku butuh sosok itu--yang membantuku dalam setiap pengambilan keputusanku. Tapi, sosok itu tiada lagi ada. Tidak lagi bisa kuajak berdiskusi. Tidak lagi dapat aku raih tangannya dan peluknya. Tidak lagi.

Jikalau dulu, aku pernah punya prinsip, bahkan hingga saat ini sebenarnya, aku bilang bahwa "selagi aku bisa kerjakan sendiri, aku akan kerjakan semuanya seorang diri." Tapi hari ini aku menyesali perkataan itu, aku bodoh karena terlalu percaya pada diriku sendiri bahwa aku bisa melakukan semuanya seorang diri. Nyatanya, aku salah. Aku bahkan tidak bisa percaya dengan diriku sendiri saat ini, aku yang lemah, aku yang kacau, membiarkan diriku sendiri rusak dengan memikirkan semuanya seorang diri hingga sakit kepala hebat sampai ingin gila, tanpa tahu aku tidak bisa berdiskusi dengan diriku sendiri, aku butuh seseorang yang turut serta dalam menentukan arah aku melangkah. Tapi, ternyata Tuhan menjawab kata-kataku dengan ini semua. 

Disini, aku yang berdiri seorang diri menentukan kemana arah aku pergi untuk masa mendatang. 


Mama, aku rindu..

Adalah ucapan kesekian kalinya yang selalu aku ucapkan disetiap tangisku.

Minggu, 16 Agustus 2020

Surat Kecil Untuk Lelaki yang Aku Kagumi

Sudah lama aku berhenti.

Berhenti dari duniamu yang besar, yang tanpa ujung, angan-anganmu yang amat tinggi, dan dirimu yang seolah tanpa celah.

Hai, apa kabar?
Semenjak aku memutuskan berhenti sementara menggunakan media sosial, saat itu pula aku mulai tak lagi mengikuti kehidupanmu melalui media sosial, aku tak lagi tahu bagaimana dirimu, hari-harimu, teman-teman disekelilingmu, dan tulisan-tulisan pengingat akan Tuhan atau sekedar kalimat-kalimat penyemangat yang kamu unggah, yang selalu jadi bagian yang paling aku nantikan. 

Tadinya, aku kira aku sudah berhasil melupakanmu setelah waktu yang cukup lama kita tak lagi pernah bertemu, apalagi kamu sempat berhenti sementara pula tidak menggunakan media sosialmu, aku pikir aku telah kehilanganmu saat itu. Namun, pada suatu waktu, aku lihat kau kembali pada media sosialmu dengan unggahanmu seperti biasanya tentang harimu. Kehadiranmu kembali saat itu entah mengapa tak se-menyenangkan biasanya, mungkin karena kembalinya dirimu saat aku tengah berada dalam situasi kelam, bisa dibilang masa gelap dalam hidupku. Oleh karenanya, aku memutuskan mundur sejenak dari media sosial, mundur dari orang-orang disekelilingku yang membuatku semakin terpuruk hanya dengan melihat posting-an dari mereka, termasuk dirimu.

Tiba-tiba, malam ini kamu hadir dalam mimpiku, kamu tidak melakukan apapun, kamu hadir hanya seperti kamu yang aku tahu, seperti saat masa-masa sekolah dulu, aku yang selalu mencari keberadaanmu diantara siswa-siswi lain. Mimpi itu terjadi seolah mengulang rasa dimana saat perasaanku membuncah hanya dengan melihatmu dari kejauhan, lalu hatiku akan sakit saat tidak bisa menemukanmu diantara keramaian. 

15 Agustus 2020

Kepadamu,
Lelaki yang berhasil mengubah pandanganku mengenai tipe lelaki idaman-ku HAHAHAA

Terima kasih telah hadir dalam kehidupanku, 
Terima kasih telah mengisi masa-masa SMA-ku menjadi lebih indah walaupun mungkin kamu tidak tahu apapun, di saat itu dimana aku sedang mengalami masa tersulitku, aku harus kehilangan orang paling berharga dalam hidupku :)
Aku kira, aku takkan punya semangat lagi untuk bersekolah setelah kehilangan itu, tapi ternyata aku salah, Tuhan sudah mempersiapkan semuanya yang aku tahu betul jika semua itu Tuhan dititipkan dan disampaikan secara tidak langsung melalui kamu.

Mungkin kamu tidak tahu seberapa berartinya itu semua dan aku sangat amat bersyukur dengan hadirnya kamu saat itu bisa sangat membantu melupakan aku dari rasa sedihku saat itu, membuatku bahagia meski itu hanya sepihak.
Jikalau kamu tahu, kamu adalah lelaki pertama yang bisa mengubah kehidupanku, aku percaya kamu adalah cerminan orang baik yang Tuhan kirim agar aku bisa belajar menjadi orang baik darimu. Kamu seperti alarm, pengingat bagiku tentang Tuhan, tentang keimanan kita, tentang bekerja keras, tentang meraih mimpi dan cita-cita, bahkan tentang mencintai diri sendiri. 

Sejak menyadari arti kehadiranmu itu, aku tak lagi meminta Tuhan untuk mempersatukan kita, tapi aku minta agar selalu bisa berada didekat orang-orang baik sepertimu, agar aku bisa terus berubah kearah yang lebih baik.

Terima kasih atas segalanya, 
Tak akan henti-hentinya aku mengucap bersyukur karena telah dipertemukan denganmu, Tuhan memang baik, ia lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

 

Tertanda,

Perempuan yang selalu
mengagumi-mu
 


 





Kamis, 09 April 2020

Selamat Ulang Tahun, Adik


Tuhan Maha Baik
Menghadirkanku melalui bidadari cantik
Seseorang yang amat heroik
Membangun diriku sedemikian apik
Agar jadi yang terbaik

Seperti kenyataan
Sesuai harapan
Hidupku berkerlapan
Seperti malam dipeluk bulan

Namun..
Aku lupa
Tuhan Maha Berkuasa
Semua ialah milik-Nya
Mudah bagi-Nya merenggut asa
Memecah sentosa

Takdir tak dapat ditampik
Lara terus mencabik
Mengoyak detik demi detik
Sekali lagi, Tuhan Maha Baik
Sekalipun lara mengusik
Tuhan titipkan adik
Sebagai pernik dalam pelik
Agar duniaku tetap asyik
Meski tanpa bidadari cantik


"Selamat ulang tahun keenam belas, adikku. Semoga Allah selalu melindungimu, memberimu kesehatan dan kekuatan lebih dalam hal apapun. Terima kasih ya, Dek, kamu selalu jadi garda terdepan dalam hal apapun, sabarmu, ikhlasmu, kuatmu, menjadikan kamu jauuuhhhh lebih dewasa dibanding kakakmu ini. Hahahaa.. Rasanya terbalik, seperti kamu yang kakak dan aku yang adik disini. Semangat ya meraih cita-citamu!! Aku tahu seberapa besar impian dan cita-citamu, aku juga tahu bagaimana perjuanganmu untuk bisa mendapatkannya dan itu semua secara nggak langsung membentuk pribadi-mu yang saat ini jauh lebih baik. Aku bangga banget kamu bisa survive dunia ini dengan belajar dari dirimu sendiri tanpa pernah kamu tunjukkan sedihmu (lagi-lagi nggak cengeng seperti kakakmu ini hehe). Pokoknya selamat ulang tahun, selamat berjuang meraih cita-cita!!! Jangan lupa selalu jadi garda terdepanku ya, Dek. u know how much i love you:)"




— 2020, Iyasa N.,
yang mengetik ini sambil menangis :)