Kamis, 17 Agustus 2017

Tak Adil


Sudah lama rasanya tidak menulis sesuatu lagi mengenai dirimu..
Alasannya sepele, aku jarang bertemu denganmu karena kamu sangat sibuk dan tidak ada sesuatu yang terjadi selama ituyang sekiranya perlu aku ceritakan.

Kemarin, saat aku berada ditengah keramaian untuk ikut andil dalam tim suporter sekolah kita, salah seorang temanku memanggil aku untuk melihat kesuatu arah. Betapa terkejut sekaligus senangnya aku saat menemukan dirimu ditengah keramaian itu, kamu yang begitu tinggi diantara kerumunan orang-orang membuatku mudah untuk menemukanmu. 

Arah pandangku mengikuti arah pergimu, sampai aku melihat kamu memegang pundak seorang perempuan yang berjalan didepanmu, lalu kamu mendekatkan wajahmu pada telinga perempuan itu untuk berbicara sesuatu yang tidak kuketahui. Kamu melakukan itu agar ia dapat mendengar suaramu ditengah kebisingan sekitar.

Begitu perempuan itu menoleh, aku bisa melihat wajah perempuan itu dengan jelas. Aku tahu siapa dia, Dia perempuan yang 'katanya' kamu sukai selama ini, perempuan yang sejak lama kamu kejar tetapi dia selalu menolakmu. Jadi sekarang apa? Dia sudah menerima cintamu? Sejak kapan? Yang aku tahu, perempuan itu tak pernah menyukaimu, dia tipe perempuan yang memiliki kecantikan diatas rata-rata bisa dibilang begitu, dan dia sangat sombong akan itu. Semua orang tahu itu.

Aku hanya ingin tahu apakah kalian benar sudah bersama? Kalau iya, semoga kalian berbahagia selalu, ya. 
Aku juga ingin tahu, bagaimana sih saat orang yang kamu sukai sejak lama juga menyukaimu? Aku ingin tahu rasa itu. 
Kalau pada akhirnya, perasaanmu terbalaskan oleh orang yang kamu sukai, Bagaimana denganku? Rasanya sangat tidak adil sekali.




Semarang, 17 Agustus 2017

Jumat, 19 Mei 2017

Pemeran Terbaik

Diantara kalian mungkin ada yang pernah tak sengaja atau mungkin sengaja mengucapkan sesuatu hal yang nggak pernah kalian duga suatu saat tiba-tiba hal itu benar-benar terjadi? Menarik. Aku baru saja membuktikan hal itu. And it works!

Diantara kalian mungkin ada yang pernah membaca salah satu artikelku tentang kehidupanku didunia nyata yang aku tuangkan dalam bentuk cerita pendek, judulnya Keliru. Kalian bisa klik kata bergaris bawah untuk lihat lebih lengkapnya.

Jadi, di artikel Keliru itu, aku menceritakan bagaimana ketika aku berpapasan dengan seorang lelaki, kakak tingkatku, orang yang sempat dekat denganku—ketika itu—namun tidak lagi setelah ia tiba-tiba berpacaran dengan teman seangkatanku, setelahnya selama berbulan-bulan kami berubah menjadi seperti saling tidak mengenal satu sama lain. Lalu, di artikel itu aku menuliskan sebuah kalimat ajaib yang bunyinya seperti ini:

Aku tersenyum miris, berdecak kagum melihat dirimu yang sekarang, yang berada di atas awan, yang tak sudi lagi melihat diriku ini. Hebat! Kau melakukannya dengan sangat rapi; menutup-nutupi semua yang pernah terjadi di antara kita, kau bahkan berpura-pura tak mengenalku. Mungkin seharusnya kau memenangkan penghargaan piala bergengsi sebagai aktor dengan peran terbaik. Seharusnya. 

 ***

Memasuki tahun ajaran akhir seperti saat ini, pastinya banyak sekolah-sekolah seperti SMA-SMP yang mengadakan acara kelulusan atau promnight bagi kakak kelas tingkat akhir yang akan meninggalkan sekolahnya untuk melanjutkan pendidikannya ketingkat yang lebih tinggi. Begitu juga dengan lelaki yang aku maksud dalam artikel itu akan melangsungkan acara promnight untuk angkatannya tepat malam ini, hari Jumat, 19 Mei 2017.

Pagi ini, saat aku sedang mengobrol santai dengan teman-temanku dilantai kelas saat jam pelajaran kosong. Tiba-tiba salah seorang temanku yang merupakan panitia promnight tahun ini yang sejak tadi hanya diam dan fokus dengan handphone-nya langsung berdiri dan berteriak menyebut namaku, “YAS!!!”

“Kamu harus tau, Yas!”

Awalnya temanku itu tidak langsung memberitahukan hal penting yang sepertinya masih jadi rahasia itu, mungkin karena banyak teman-teman lain yang ada disekitarku saat itu, hingga akhirnya ia memberikan handphone-nya padaku, dia bilang, “Lihat yang tulisan terdrama.”

Deg. Nama panggilan akrab lelaki itu tercantum sebagai pemenang dalam nominasi kategori ter-drama di angkatannya.

(p.s : seperti yang kalian tau, setiap acara kelulusan atau promnight biasanya selalu ada penerima penghargaan atau pemenang untuk tiap-tiap kategori yang ditampilkan, seperti kakak kelas terbaik, tercantik, tertampan, terpopuler, dsb.)

See! Pada kalimat, “Mungkin seharusnya kau memenangkan penghargaan piala bergengsi sebagai aktor dengan peran terbaik. Seharusnya.” YA! Itu adalah kalimat ajaib-nya. Walaupun terdengar berlebihan, tetapi ini benar-benar terjadi. Aku menulis artikel itu satu tahun yang lalu, murni dari pemikiran aku sendiri dan aku tidak pernah menyangka kalau apa yang aku ucapkan/tulis/pikirkan tentang sepertinya dia harus mendapatkan penghargaan sebagai aktor terbaik dan sebagainya itu benar-benar terjadi, malam ini ia akan mengetahuinya, mungkin ia akan terkejut saat nominasi itu dibacakan oleh temanku tadi dan ternyata ia yang berhasil memenangkannya sebagai laki-laki terdrama di angkatannya.



Congratulations, Mas!

Kamis, 18 Mei 2017

Manusia Bodoh

Semarang, 18 Mei 2017

Pagi ini, seperti biasa aku berjalan kaki menuju sekolah. Saat memasuki gapura depan sekolah, aku bertemu teman satu kelasku, lalu kami berjalan bersama menuju ruang kelas kami di lantai dua sambil bercengkerama.

Saat akan melewati gerbang sekolah, aku berjalan disebelah kanan temanku sambil mengobrol dan sesekali melihat kearahnya, tak sengaja aku melihat seseorang laki-laki duduk seorang diri dengan kedua siku diatas pahanya, memakai hoodie abu-abu dan tas ransel dipunggungnya, arah pandangnya mengarah pada ruang basecamp Instruktur (ekstrakurikuler paskibra) yang mana dari arah pandangku terlihat duduk menyamping dan aku sama sekali tidak dapat melihat dengan jelas siapa orang itu.

Entah mengapa, aku merasa sangat penasaran dengan sosok lelaki itu. Aku hanya ingin tau siapa orang yang sedang duduk dipinggir taman kecil depan basecamp Instruktur itu, meskipun aku tau hal itu sangat tidak penting, tapi untuk yang satu ini aku benar-benar merasa ingin tau siapa orang itu.

Aku masih berjalan hampir melewati deretan basecamp ekstrakurikuler sambil masih mengobrol dengan temanku dan aku masih memandang teman disamping kiriku itu sambil sesekali melirik lelaki tadi, berusaha mengenali siapakah orang yang duduk seorang diri disana dengan tas ransel masih berada dipunggungnya pada waktu bel tanda masuk akan segera berbunyi. Sampai, sosok lelaki itu tiba-tiba saja memutar kepalanya kearah kirinya dan seketika mata miliknya bertemu tepat dengan bola mataku. Dia, batinku menyebut namanya dalam hati. Sungguh, aku tercekat sampai-sampai hanya ingin menelan ludah saja rasanya sulit. Aku tidak menyangka dan sama sekali tidak mengenali kalau orang itu adalah dia—lelaki yang akhir-akhir ini selalu membuatku berdebar setiap kali bertemu dengannya.



Hanya begitu, tetapi sudah cukup membuatku tidak bisa berhenti memikirkan pandangan matanya saat menatap kearahku. Huft, mengapa jatuh cinta bisa sebodoh ini?

Kamis, 04 Mei 2017

Rindu yang Tak Terbunuh


Diantara barisan kata berisi sajak
Hadir jiwa yang tak pernah beranjak
Berputar-putar dalam benak
Tak ingin pergi walau sejenak

Ialah yang disebut rindu
Sebuah rasa yang membelenggu
Sebuah rasa yang selalu datang mengganggu
Yang datang tanpa perlu ditunggu

Jikalau rindu dapat terbunuh dengan temu
Sudah sejak dulu aku tak mengenal rindu
Tapi rindu ini takkan pernah mati
Sebab yang kurindu tak bernyawa lagi


Mama, aku rindu sekali.

— Semarang, 2017.
Iyasa N.

Jumat, 03 Maret 2017

Song Review : Virgoun - Surat Cinta Untuk Starla

Ditengah kesibukan sekolah saya akhir-akhir ini, saya berusaha menyempatkan untuk menulis sesuatu untuk blog saya yang sepi ini. Sebetulnya hal yang ingin saya bahas kali ini adalah beberapa minggu lalu saya melihat salah satu situs web video paling popular pada masa ini, biasa kita sebut sebagai youtube. Saat itu saya melihat trending youtube ada sebuah gambar yang menarik perhatian saya untuk melihat isi video itu, jadi seperti ini tampilannya..


Ya, ini adalah sebuah lagu berjudul “Surat Cinta Untuk Starla” dari seorang musisi Indonesia bernama Virgoun ‘sang vokalis band Last Child’ yang rilis pada tahun 2016. Lagu ini bisa dibilang gambaran dari cinta sejati yang coba Virgoun sajikan pada penikmat musik Indonesia dengan sisi berbeda, ya, kali ini ia mencoba berjalan sendiri dengan membuat proyek solo, tapi meskipun begitu ia tetap menjadi bagian dari bandnya, Last Child.

Lagu ini bercerita mengenai perasaan cinta paling sejati yang murni dan tulus dari seseorang yang sebelumnya hanya mencurahkan rasa cintanya untuk dunia, kemudian mencoba mengungkapkan rasa cintanya pada seseorang yang berhasil merenggut cintanya pada dunia beralih pada seorang manusia.

Uniknya, judul lagu ini sama sekali tidak digunakan atau tercantum dalam liriknya seperti lagu-lagu lain yang kebanyakan menjadikan judul lagu itu sebagai kalimat yang terus-terus diulang pada bagian lirik lagunya. Jadi, nama ‘Starla’ yang digunakan pada lagu ini sebenarnya adalah nama dari anak Virgoun sebagai ungkapan rasa sayang ayah pada putrinya.

Yang menarik lagi, kalau kalian perhatikan lirik lagu ini, liriknya sangat bermakna dan menyentuh sekali. Kalian bisa scroll down untuk mengetahui lirik lagunya, karena saya akan mencantumkan dibagian akhir artikel ini.

Berikutnya yang paling saya sukai dari lagu ini adalah video klip dari lagu ini, seperti yang saya katakan diawal bahwa pertama kali saya mengetahui lagu ini karena saya melihatnya dari youtube, kemudian saya suka dan saya dengarkan lagu itu berkali-kali. Dan kalau kalian lihat juga pada halaman di youtube itu, ternyata adegan-adegan dari video klip lagu ‘Surat Cinta Untuk Starla’ ini adalah bagian dari adegan di film pendek yang berjudul sama. Virgoun sengaja membuatnya menjadi sebuah bentuk karya lain berupa film pendek yang dibagi menjadi 7 part untuk menjelaskan lebih dalam mengenai maksud dari lagu berjudul ‘Surat Cinta Untuk Starla’ ini. Ia juga mengatakan pada Behind The Scene:Surat Cinta Untuk Starla kalau film pendek ini dibuat sebagai bentuk apresiasi atas antusias penikmat musik yang telah menonton lirik video yang ia unggah secara sederhana diakun youtube-nya hingga mencapai 47 juta kali ditonton. 

Film pendek ‘Surat Cinta Untuk Starla’ bercerita mengenai detail dari lirik lagunya. Tentang seorang lelaki yang memiliki obsesi dengan mesin tik—selalu membawa mesin tik kemanapun ia pergi—ia bernama Hema Chandra yang berarti bulan berwarna emas (diperankan oleh Jefri Nichol). Lelaki ini senang membuat surat cinta yang ia tujukan untuk dunia dengan berprofesi sebagai pembuat streetart liar—bisa dibilang begitu. Karena, ia sudah berkali-kali dikejar oleh polisi karena telah membuat mural pada dinding di jalan-jalan. Sampai, ia bertemu dengan seorang perempuan bernama Starla (diperankan oleh Caitlin Halderman) di coffee shop-nya dan mereka menghabiskan waktu bersama dengan saling mengenal hanya dalam satu malam, sampai akhirnya mereka harus berpisah. Kemudian, setelah perpisahan itu Hema merasa ada sesuatu yang berbeda setelah ia bertemu dengan Starla, dan ketika ia memandangi mural pertamanya yang mengubah hidupnya yang tertulis seperti berikut


"A MOON CANNOT SHINE WITHOUT A STAR" - Hema Chandra

Ketika itu, Hema baru menyadari bahwa perasaannya itu adalah rasa cinta pada seseorang, rasa cinta yang berbeda ketika ia mencintai dunianya. Lalu, Hema memutuskan untuk membuat surat cintanya yang pertama kali untuk seseorang yaitu Starla, sang bintang-nya.

Tepat sekali pada lirik lagu bagian Telah habis sudah cinta ini. Tak lagi tersisa untuk dunia. Karena tlah kuhabiskan. Sisa cintaku hanya untukmu,” menceritakan bagaimana Hema benar-benar mencurahkan rasa cintanya yang dahulu hanya untuk dunia, kini cintanya tak lagi tersisa untuk dunia melainkan hanya untuk Starla. Waw! Hal ini seakan benar-benar tersampaikan lewat lagu ‘Surat Cinta Untuk Starla’ bahwa cinta memang berkuasa diatas segalanya, begitulah cinta dapat membutakan mata, hati, bahkan batin seseorang.

Dibawah ini saya akan memberikan link untuk melihat video klip dan film pendek dari 'Surat Cinta Untuk Starla' yang siapa tau kalian juga akan jatuh hati pada lagu ini

Just click!



Lirik lagu Virgoun - Surat Cinta Untuk Starla

Teruntuk kamu hidup dan matiku
Aku tak tahu lagi harus dengan kata apa aku menuliskannya
Atau dengan kalimat apa aku mengungkapkannya
Karna untuk kepergian kalinya
Kau buat aku kembali percaya akan kata cinta
Dan benar bahwa cinta masih berkuasa diatas segalanya
Ketika hati yang mudah rapuh ini
Diuji oleh duniawi diuji oleh materi
Untuk kesekian kali lagi lagi dan lagi

Kutuliskan kenangan tentang
Caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah
Berikan hatiku padamu

Takkan habis sejuta lagu
Untuk menceritakan cantikmu
Kan teramat panjang puisi
Tuk menyuratkan cinta ini

Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena tlah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu

Aku pernah berpikir tentang
Hidupku tanpa ada dirimu
Dapatkah lebih indah dari
Yang kujalani sampai kini

Aku slalu bermimpi tentang
Indah hari tua bersamamu
Tetap cantik rambut panjangmu
Meskipun nanti tak hitam lagi

Bila habis sudah waktu ini
Tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan
Sisa hidupku hanya untukmu

Dan tlah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena tlah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu

Untukmu
Hidup dan matiku

Bila musim berganti
Sampai waktu terhenti
Walau dunia membenci
Ku kan tetap disini

Bila habis sudah waktu ini
Tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan
Sisa hidupku hanya untukmu

Tlah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena tlah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu

Karena tlah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu

Senin, 30 Januari 2017

Terlihat

terlihat/ter·li·hat/ v 1 dapat dilihat; kelihatan; tampak; 2 tiba-tiba atau tidak sengaja dapat dilihat; 3 sudah dilihat (diketahui); 


Semarang, 30 Januari 2017

Siang ini, saat jam pelajaran ke-8 di sekolah, aku dan teman sebangku-ku pergi keluar kelas saat jam pelajaran masih berlangsung, karena guru dikelasku saat itu menyuruh kami untuk fotocopy catatan untuk guru itu.

Kemudian, pergilah aku dan seorang temanku itu menuju koperasi sekolah untuk mem-fotocopy catatan. Kami pergi menuruni tangga. melewati kelas-kelas, lalu melewati ruang guru. Pada saat akan melewati ruang guru, dari kejauhan aku sudah melihat ada seseorang yang selalu berhasil menyita perhatianku sejak satu tahun lebih yang lalu, berdiri dengan seorang laki-laki yang kuduga adalah temannya, tampak sibuk bercakap-cakap dengan seorang guru wanita beberapa meter didepan ruang guru. Sehingga saat berjalan melewati ruang guru itu, aku menjadi kehilangan konsentrasi saat sedang berbicara dengan teman disebelahku, bahkan mengulang-ulang kata yang sama yang sulit dimengerti, sebabnya tentu saja karena seorang yang menyita perhatianku tadi berdiri tak jauh dari pandanganku.

Aku terus berjalan mencoba berkonsentrasi dengan pembicaraanku dengan teman disebelahku, tapi sesuatu yang justru tak dapat kukendalikan adalah saat berjalan melewati pintu ruang guru itu, aku hampir saja menabrak dua orang guru pria yang sedang berjalan keluar dari ruangan guru.

Aku menahan tubuhku agar tidak menabrak guru itu dan spontan berkata, "A-ah, maaf pak."

Dua orang guru yang hampir kutabrak itu salah satunya adalah wali kelasku, guru matematika wajib saat kelas 11 ini dan satu lagi adalah guru fisika yang pernah mengajarku saat di kelas 10. Sungguh, tak hanya aku yang terkejut saat akan menabrak kedua guru yang baru keluar dari ruang guru itu, tetapi kedua guru itu pun ikut terkejut dengan ikut berteriak 'diluar kesadaran' karena sama kagetnya denganku.

Kemudian, aku dan dua guru pria tadi tertawa menyadari kebodohan kami yang saling berteriak karena terkejut. Hal ini tentu mengundang perhatian dari sekitar kami yang mendengar suara ribut-ribut tadi, termasuk seseorang lelaki yang menyita perhatianku itu, dia juga melihat kearahku setelah kejadian gaduh tadi. Aku pun sengaja melihat kearahnya setelah kejadian itu, hanya ingin tau apakah ia masih perduli dengan lingkungan sekitarnyamelihat kearahku misalnya. 

Sudah seharusnya aku tahu jawabannya, mungkin memang hanya kebetulan tidak disengaja saja saat ia melihat kearahku kala itu karena kegaduhan yang kubuat. Kalau saja kegaduhan itu tidak terjadi, mungkin ia takkan pernah melihat kearahku. Meskipun sudah tahu hal itu hanya sebuah hal ketidaksengajaan, tetapi tetap saja ada perasaan berdebar yang kurasakan saat ia menatap kearahku. Hah, aku masih saja tersesat dalam tatapannya.

Jumat, 20 Januari 2017

Somethin Missin'

Semarang, 12 Januari 2017


Siang ini pukul 11.31 WIB, saya menerima sebuah pesan melalui whatsapp dari ayah saya. Beliau memberitahu sebuah kabar mengenai surat pindah kerja yang telah ia ajukan enam bulan lalu dan hari ini persetujuan kepindahan tersebut tiba juga dan nama ayah saya tertera disana, yang berarti dalam bulan ini ayah saya akan segera mengemas dan mengirim barang-barang dirumah lama saya di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah untuk dikirim ke rumah baru saya di Jawa Tengah.

Jujur saja, saya merasa bingung. Saya bingung harus bahagia karena sebentar lagi keluarga kecil saya akan segera kembali berkumpul atau saya harus sedih karena akan benar-benar meninggalkan comfort zone saya di Pulau Borneo itu yang sudah menjadi bagian dalam hidup saya selama ±15 tahun saya tinggal dan menetap disana. 

Jujur saja, saya cenderung merasa sedih karena saya akan benar-benar pergi dari kota kecil yang menyimpan begitu banyak menyimpan kenangan untuk saya. Terlalu sulit rasanya untuk pergi dari comfort zone. Terlebih, entah mengapa alasan paling kuat yang membuat saya sedih karena harus pindah dari kota itu adalah teman-teman saya. Mereka sudah menjadi bagian terbesar dalam kehidupan saya selama belasan tahun saya tinggal disana. Karena, bisa kalian bayangkan bahwa hari-hari saya selama disana tentu saja diisi dengan bersekolah dan bertemu teman-teman. Sejak pertama kali menginjak bangku sekolah, saya sudah bertemu teman-teman yang menyenangkan dan karena saya tinggal di kota kecil sehingga kemungkinan untuk bertemu orang-orang yang sama pada jenjang pendidikan berikutnya seperti saat SD dan SMP tentu saja sangat berpotensi tinggi. 

Bahkan, ketika SMA saya harus merantau pergi dari kota kecil itu untuk bersekolah di ibukota Jawa Tengah, saya masih merasa sedih karena tidak bisa kembali bersekolah di sekolah yang sama dengan teman-teman lama saya, meskipun setiap liburan semester saya akan selalu menyempatkan untuk kembali pulang kesana dan kembali bertemu teman lama saya.

Tapi, untuk yang satu ini, saya tidak bisa jika tidak menitikkan airmata. Saya merasa meninggalkan sebagian jiwa saya di kota kecil itu bersama kenangan-kenangan lama yang tertinggal disana. Ada perasaan yang mengiris saat tahu saya akan benar-benar pergi dan entah kapan—atau mungkin—saya tidak akan kembali lagi kesana.


Selamat tinggal, kawan! Sampai bertemu lagi saat nanti—mungkin—kita sudah menjadi mahasiswa/mahasiswi atau suatu saat nanti saat kita sudah sukses dan memiliki karier yang bagus, atau mungkin kapanpun itu saat Allah menggariskan kita untuk bertemu, kita pasti akan bertemu.



See you when I see you again ♥