Sabtu, 14 Juni 2014

Yang Terlewatkan


10.11 am
I got a short message  from you.

Nomor tidak tercantum dalam kontak tiba-tiba saja muncul dengan sapaan hangat  sembari menanyakan kabar tentangku, dibawahnya pun di cantumkan nama si pengirim pesan tersebut. Aku kenal betul dengan si pengirim pesan ini. Senyumku mengembang secara otomatis, melihat nama itu tercantum dalam pesan tersebut.

Aku selalu menantikan pesan darinya, kabar darinya, sapaan hangatnya—seperti biasa. Karena, tidak setiap hari aku bisa mendapatkan sebuah pesan singkat seperti ini darinya. Butuh waktu lama untuk mendapatkan pesan seperti ini darinya. Butuh waktu sekitar 6 bulan, itupun hanya satu kali. Jadi, bisa dihitung berapa pesan singkat yang bisa ku dapat darinya dalam waktu 1 tahun.  

Itu pun harus dia yang lebih dulu memberi kabar. Aku tidak bisa sembarangan mengirim pesan singkat setiap saat padanya, ia tinggal disebuah pondok yang penuh dengan aturan, yang tak bisa setiap saat memegang handphone. Tapi, biarpun begitu, ia selalu rutin mengirimku pesan singkat setiap satu semester berakhir atau bahkan jika ada waktu memegang handphone sekalipun; seperti saat ini contohnya. Ia nekat mengirimku pesan singkat lewat handphone-nya dengan nomor baru yang tidak ku kenal, yang dia bilang bahwa nomor itu yang selalu dia bawa saat di pondok.

Berkali-kali ia ganti nomor handphone, tapi tetap saja selalu menghubungiku dan memberitahuku jika ia mengganti nomor handphone-nya. Dan aku senang, merasa selalu menjadi teman yang dia ingat, aku yang selalu tau perkembangan dari nomor-nomor handphone nya yang selalu silih berganti—jika dibandingkan dengan teman-teman lainnya yang sepertinya hampir sudah tidak pernah berhubungan dengannya.

Aku hanya bisa tersenyum membaca setiap pesan singkat yang ia kirimkan. Ada saja hal yang menarik ketika bisa berhubungan via pesan singkat seperti ini dengannya.

Entah sejak kapan kami mulai sering berhubungan via pesan singkat seperti ini. Mungkin sejak 2 tahun belakangan, semenjak kami berpisah dari bangku Sekolah Dasar. Kemudian, ia pindah ke kota lain untuk menuntut ilmu, sementara aku melanjutkan sekolah masih dikota yang sama dan jarak itulah yang memisahkan kami.

Dan entah mengapa, saling memberi kabar setiap satu semester seperti ini rasanya menjadi suatu kewajiban dan seperti sudah menjadi keharusan bagi kami untuk saling menghubungi. Meskipun, selalu dia yang lebih dulu memberi kabar, karena aku tak tau kapan waktu yang tepat untuk menghubungi dia. Jadi, dia-lah yang menghubungi lebih dulu—biasanya.

Untuk pesan singkat yang ia kirim kali ini, rasanya ada suatu penyesalan yang mendalam, ketika ku tanya soal kepindahannya untuk menetap di kotanya sana. Awalnya, ia hanya sekedar sekolah disana, sementara orang tua nya tetap tinggal disini. Dan dia akan pulang kembali apabilatelah memasuki akhir semester atau liburan semester. Dan ketika ia kembali, biasanya ia selalu menghubungiku untuk meminta aku mengajak teman-teman semasa SD untuk sekedar kumpul dan reunian, tapi selalu saja gagal setiap mereka semua diminta untuk kumpul. Entah apa yang salah. Merekanya yang memang tidak mau atau sibuk dengan urusannya masing-masing? Entahlah. Tanyakan saja pada diri mereka atau kalian (bagi yang merasa) masing-masing.

Kabar terakhir yang kudengar awal tahun ini adalah ketika itu dia sempat liburan kekota ini, tapi, sayangnya aku dan dia belum sempat bertemu karna berbagai alasan. Dan berita yang kudengar lagi, saat teman SD ku dulu sempat bertemu dengan dia, lalu mereka sempat menghabiskan waktu bersama dan ketika itu, dia menceritakan pengalamannya selama liburan bersama  dan katanya, dia sudah akan pindah kekota asalnya disana. Mendengar itu, rasanya berbagai penyesalan menghantam diriku, mencabik-cabik semua luka yang ada, menggoreskan kepedihan yang begitu dalam.

Begitulah bodohnya aku, menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Disaat dia mengajak untuk ketemuan, justru selalu gagal. Begitulah! Mungkin selamanya aku akan menyesal karna belum sempat bertemu dia selama 2 tahun belakangan—meski kami masih sering berhubungan sebatas lewat pesan singkat.

Setelah aku mendengar berita kepindahannya itu, aku juga sempat bertemu dan berbincang-bincang dengan teman SD ku dulu yang masih berada disekolah yang sama denganku. Dia bilang, nanti-entah kapan- teman-teman yang sekolah diluar kota akan pulang untuk liburan kekota ini dan ingin mengajak yang lain untuk kumpul bareng, reunian ke SD dan kata-kata yang paling mengena adalah katanya, lelaki yang sering menghubungiku 2 tahun belakang itu juga akan kembali ke kota ini dan nantinya kita akan berkumpul bersama. Tapi, begitu ku tanyakan lagi padanya, apa dia akan kembali atau tidak? Dan jawabannya adalah—enggak, mungkin. Rasa penyesalan semakin mencabik-cabik, meronta-ronta menginginkan waktu dapat diputar kembali. Mengembalikan waktu dimana seharusnya ketika itu, kami memutuskan untuk bertemu walaupun hanya sebentar, walaupun hanya ada segelintir orang, walaupun hanya untuk sekedar melepas rindu, walaupun—walaupun. Ah sudahlah! Mungkin Tuhan belum mengizinkan.  
Tapi, kalau diingat-ingat lagi, entah darimana aku dan dia jadi sering memberi kabar dan menanyai kabar seperti ini. Yang aku tahu, sebelum seperti sekarang atau tepatnya ketika kami masih duduk di bangku SD, ia bahkan tak pernah menghubungiku, punya nomor handphone salah satu saja enggak apalagi untuk saling menghubungi. Ketika SD bahkan, dia lebih sering mengejekku hanya untuk sekedar mencari perhatian-mungkin- dan menggangguku atau hanya untuk sekedar bercanda. Hanya itu. Tapi sekarang, lihatlah kenyataannya! Semua sudah berbeda. 

  

Terakhir, sore ini saat aku mengetik artikel ini, kita masih saling berkirim pesan dan bertukar kabar. Sebuah pesan singkat darinya yang begitu mendalam bagiku adalah ketika,ia mengatakan lewat pesan singkat itu padaku— “Sabar.. Innallaha Ma’ash Shaabirin”  yang berarti artinya adalah “Sesungguhnya Allah itu bersama orang yang sabar.”

Itu sedikit pelajaran yang bisa aku terima dari dia, dia mengajari dan mengingatkanku tentang arti sabar. Terimakasih, aku akan selalu mengingat pelajaran penting ini darimu. Terimakasih.


Minggu, 02 Maret 2014

Berlari Mengejarmu


Berlari
Aku berlari mengejarmu
Mengejar kebahagiaanku
Mengejar impianku

Ku lihat dirimu berjalan didepan sana
Dibelakangmu, ada seorang perempuan yang juga menyukaimu
Ia ada disana, berjalan mengikutimu, berusaha agar tetap berada didekatmu
Ia tetap disana, dibelakangmu

Aku yakin, bahkan tak hanya satu atau dua orang yang juga mengejarmu
Mungkin banyak yang juga sama-sama berlari mengejarmu
Sama-sama berlari untuk satu tujuan yang sama
Berada didekatmu dan berjalan bersamamu

Aku tak tahan melihatnya dari kejauhan
Ku pacu semangatku untuk berlari lebih kencang lagi
Melewati satu demi satu orang yang memiliki tujuan yang sama denganku
Aku berhasil melewati mereka
Mereka tertinggal jauh dibelakang sana

Aku bahkan sudah berhasil melewatimu
Aku berada tepat didepanmu
Dan aku baru saja menghentikan lari ku
Berjalan perlahan agar aku bisa sejajar denganmu

Tapi, nyatanya..
Kau malah berlari semakin kencang
Berlari.. berlari..
Menjauh dan semakin menjauh

Ku pacu semangatku lagi untuk bisa bersanding bersamamu
Ternyata, semakin ku kejar, kau semakin menjauh juga
Hanya satu sosok perempuan itulah yang sedari tadi tetap berada dibelakangmu, bahkan perempuan dibelakangmu itu tetap berlari, ia tetap berada disana, tak perduli dengan nafasnya yang mulai membuatnya sesak, dan kaki mungilnya yang mulai membuatnya tergopoh-gopoh berlari, ia sudah tak memperdulikannya lagi.

Semakin lama aku berlari, semakin kuat ku paksaan diri ini berlari, semakin sakit penderitaan yang kurasakan. Aku begitu rapuh tanpamu. Aku tak lagi sanggup berlari. Aku tak lagi sanggup berdiri tegak melihat kau bersama orang lain. Semakin aku tak kuasa untuk berlari lebih kencang lagi. Rasanya.. kedua kaki ini mulai melemas, seluruh badanku melemah, jantungku tak tertahankan lagi, nafasku semakin sulit untuk kuhirup, paru-paru ku tak cukup kuat untuk menampung segala oksigen yang ada.

Aku tertinggal jauh olehmu
Aku tak sanggup lagi mengejarmu ditengah banyaknya halangan dan rintangan yang ada kini
Belum lagi, aku harus bisa mengontrol tubuhku sendiri yang mulai melemah ini
Aku tak lagi sanggup..

Kau bahkan tak memperdulikan sekitarmu
Aku terengah-engah seperti ini pun kau tak tau
Kau bahkan tak perduli
Iya, meskipun aku sadar, aku bukan siapa-siapa mu
Tapi, kumohon jangan menjauh dariku
Aku semakin sesak melihat kau menjauh bersamaan perempuan itu

Aku bahkan tak sanggup lagi untuk berlari, berlari menghalang jarak diantara kalian berdua
Untuk berjalan saja rasanya begitu nyeri pada kaki, sekujur tubuh pun melemah, keringat dingin yang berpeluh-peluh, sampai paru-paru ini begitu sesak untuk bisa menghirup apalagi menghela nafas.
Aku hanya bisa berjalan perlahan, memperhatikanmu yang berlari semakin menjauh dengan ambisi kuatmu itu.

Aku tak sanggup… 
Aku tlah kehilangan sebagian dari nafas-ku, yaitu adalah kau.
Aku tlah kehilangan sebagian dari semangat-ku, dan itu adalah kau.
Aku tlah kehilangan sebagian dari hidup-ku, tawa-ku, senyum-ku, bahagia-ku, impian terbesar dalam hidup-ku, semuanya ada pada dirimu.
Lalu, jika kau pergi menjauh dariku. Bagaimana dengan aku? 


[Berdasarkan kejadian nyata yang dialami penulis]

Selasa, 25 Februari 2014

Senyum dan Tawa


Mata-ku tergerak mengikuti setiap gerak gerikmu
Disetiap langkah yang kau tapaki di jalan yang berbeda
Ku tatap  mata indah itu yang hampir disetiap detiknya kau kedipkan
Ku rasakan hembusan hangat nafas itu melalui hidung panjang-mu

Ku pandangi siluet wajah-nya
Ku pandangi setiap garis mata-nya, mata indah itu
Ku pandangi setiap lekuk senyum yang terukir di bibir-nya, senyuman khas itu
Senyuman indah yang otomatis selalu membuat senyum di bibir-ku ikut mengembang

Inilah suatu hal yang sulit kulepaskan dari-nya
Begitu sulit bagiku untuk melepaskan pandangan ini dari-nya
Aku takut, jika aku melepaskan pandangan ini, ia akan pergi
Pergi menghilang dariku, dari hadapanku, dari hidupku

Tapi, inilah yang aku suka…
Memandangmu, memperhatikanmu, melihatmu dalam jarak diantara kita
Jarak yang berarti sebagai batas antara kau dan aku
Bukan berarti jarak itu yang memisahkan kita

Aku suka cara-mu menatap-ku
Aku suka cara-mu melihat-ku
Aku juga suka cara-mu memandang-ku
Kau melihat kearah-ku dalam canda
Begitu juga dengan aku melihatmu dalam canda itu
Seakan kita sedang tertawa bersama
Mata-mu tak bisa bohong, tak dapat memungkiri semua tawa yang hadir bersama
Cara-mu memandang itu yang bisa menghadirkan tawa kecil-ku
Candaan sederhana dengan cara yang sederhana-lah yang dapat menghasilkan tawa yang sederhana pula

Kau adalah alasan mengapa senyuman ini otomatis mengembang ketika melihat senyum-mu
Kau juga adalah alasan mengapa tawa ini selalu hadir mengisi setiap canda-mu

Senyum dan tawa-mu menjadi bahagia-ku
Tangis-mu menjadi perihku jua
Tapi, tak selamanya senyum dan tawa-mu itu menjadi kebahagiaan-ku.
Senyum dan tawa-mu itu bisa saja menjadi penghancur mood terberat-ku, perusak hari-ku, melemahkan semangat-ku, membunuh semua senyum dan tawa-ku hingga mati rasa
Semua bergantung pada-mu
Ya, senyum dan tawa itu ditujukan pada siapa 



Selasa, 18 Februari 2014

Reblog: Bagaimana Jika...

Reblog from Dara Prayoga


Foto: Juneee

Terus saja memendam rasa. Memang tak terasa sampai semuanya hampa.
Apakah kamu pernah membayangkan? Kamu terus memendam rasa untuknya. Melihat gerak demi gerak tubuhnya. Membayangkan setiap senyumnya. Kemudian merefleksikannya di langit-langit kamar. Lalu secara otomatis mengembangkan senyummu sendiri, hingga kamu merasa gila dan insomnia dalam waktu bersamaan.

Kamu pernah merasakan? Mengendap-endap. Mencuri pandang akan indah dirinya. Menimbang-nimbang akan menyapanya. Mengurungkan semua niat seraya membuang muka ketika dia menengok ke arahmu. Di saat itu juga kamu kesal karena tak mendapatkan sapanya, tetapi bahagia karena dengan menegok ke arahmu, berarti dia menyadarimu.

Apa kamu pernah mengharapkan? Menapaki jalan yang berbeda setiap harinya. Kemudian menghentikan pencarian jalan dan terus melewatinya ketika tahu bahwa dia juga menginjakkan kaki di sana. Berpapasan dengannya secara pura-pura tidak sengaja.

Pernahkah kamu memikirkan? Semua sumringah yang menyelinap ke dalam kelopak mata. Mengganggu semua mimpi yang hendak hadir. Mengubah semua benak menjadi layar putih, memproyeksikan khayalan demi khayalan tentang dirimu. Hanya karena kamu menyebut namaku, meski tidak dengan benar.

Namun apakah kamu pernah melamunkan? Bahwa sesungguhnya dia melakukan hal yang sama denganmu, hanya saja dia sama keras kepalanya denganmu. Kepala batu dan hati berliannya memaksanya memendam perasaan, seperti kamu.

Semuanya dilalui sampai waktu yang lama, lebih lama dari yang pernah kamu bayangkan. Hingga masing-masing dari kamu lupa, kemudian menemukan sangkar hati yang baru. Bagaimana jika, ketika kamu merasa bahwa yang kamu dapatkan sekarang benar-benar untukmu, kamu mendapati dia yang pernah kamu cinta dalam diam, ternyata juga mencintaimu. Dalam diam.

Bagaimana jika…

Minggu, 05 Januari 2014

Sedih Tak Berujung


Sedih Tak Berujung…

Hmm.. baru baca judulnya aja pasti keliatan banget ya kalo artikel ini kayaknya kok galau banget ya, ngenes gitu, kayaknya sedih banget ya. Dan pasti kalian berfikir kalo dari judul tersebut menggambarkan bahwa si penulis ini mengalaminya. Iya kan? Padahal sih enggak. Dan sebenernya sih artikel ini gak se-galau dan gak se-sedih yang kalian bayangin. Ini cuma cerita biasa kok, bukan apa-apa. Hehe.

Jadi, Sedih Tak Berujung ini adalah judul lagu. Iya ini tuh sebenernya judul lagu dari seorang penyanyi yang cukup terkenal di Indonesia, yap dia adalah Glenn Fredly. Pasti ada beberapa dari kalian yang udah tau sama lagu ini. Lagunya sih emang enak didenger, lagunya melow-melow gimana gitu bawaannya pengen tidur *eh pengen nangis ding-_- wajar lah namanya juga lagu galau.

Awalnya, gue gak tau lagu ini, sama sekali gak tau. Denger aja belum pernah gimana mau tau coba. Nah, terus akhirnya gue tau lagu ini itu awalnya bermula dari program acara TV no.1 se-Indonesia itu loh, masa gak tau? YKS itu loh yang lagi nge-hits. Tau kan? Nah dari situ lah gue tau lagu ini, lagu yang bener-bener nyentuh dan gue suka banget sama lagu ini dan gue dengerin mulu setiap hari. Gue puter-puter mulu itu lagunya sampe kasetnya rusak dan meledak *eh enggak-_- orang gue ngedengerin lagunya aja lewat laptop bukan dari kaset ckck-_- oke yang bener itu begini, gue dengerin mulu tuh lagu sampe akhirnya gue hafal. YEY HORE! HAHA. Ketularan virusnya Mas Fahmi nih, hadeehhh...
Jadi, saat itu acara YKS itu lagi seneng-senengnya menampilkan para crew-crew nya yang kece-kece itu dengan cara ngerjain mereka. Nah saat itu giliran lah si Fahmi Widyanto, dia ini disebut-sebut sebagai Set Builder TRANSTV Galau dan Ramah dan SUMO (Susah Move On) haha dan dia bekerja di TRANSTV sebagai……. ya itu tadi, Set Builder TRANSTV. Masih juga pake nanya *eh siapa yang nanya coba-_- Dia juga udah kerja di TransTV sejak tahun 2010. *insya Allah mudah-mudahan bener*

Terus waktu itu dia dikerjain pas tanggal 29 September 2013 haha gilak ya gue masih inget aja tanggalnya. Haha. Dia dikerjain gitu kan dia dibilang suka galau gara-gara dia ditinggalin sama pacarnya yang kawin eh nikah sama orang lain. Waktu itu sih cewek yang disebut-sebut itu adalah Asty Dine yang emang udah nikah sama cowok lain, tapi gak tau deh bener apa gak nya itu yang bikin Mas Fahmi galau. Nah waktu gue lagi bongkar-bongkar isi instagram nya Mas Fahmi itu dia pernah upload fotonya Mbak Asty Dine nah disitu dia tulis Maybe yah bo’. Nah terus ada seorang cewek yang comment saat itu gini, “Move on mas mie, mbak dyne nya udah nikah hehe” Lah terus dibales sama Mas Fahmi gini, “Hehe kita cuma temen kok”. Nah hayo loh gimana tuh, waduh jangan-jangan bener lagi. Haha tapi yaudah deh gak usah ngurusin urusan orang lain, itu kan juga urusan pribadi orang yang mungkin gak semuanya boleh kita ketahui. (kata-katanya yang bercetak tebal itu termasuk salah satu pengalaman pribadi si penulis yang pernah ditegur sama Mas Vean dengan ucapan yang sama alias mirip binti persis kayak gitu hehe)

“Ciyeee  ciyeee kakakk sok bijak niyee…” Ah kemaren piranha alay yang datang, eh sekarang cabe-cabean yang dateng pada minta diulek satu-satu nih. Mas vean… cabe-cabean lo kabur!! “Lah cabe-cabean bukan urusan gue. Udah kerokkin aja mereka satu-satu.” Ah cabe-cabean busuk lo! -_-

Oke lupakan cabe-cabean itu.
Nah kakakk kakakk terus hubungannya Fahmi sama lagu itu apa yah?? Duh ini lagi malah terong-terongan dateng-_- Jadi begini ya adek-adek, kakak-kakak, ibu-ibu, bapak-bapak, kakek-kakek, nenek-nenek, udah deh ya absennya ntar gak kelar-kelar nih kalo disebutin satu-satu disini. Hmm.. oke jadi itu kan lagu galau dan Mas Fahmi kan juga tukang galau jadi ya pas. Loh? Oke ini gak nyambung banget-_- Jadi, yang bener itu begini, katanya sih Mas Fahmi itu sering dengerin lagu Glenn Fredly – Sedih Tak Berujung kalo diruangannya atau dikantornya gitu. Sampe-sampe itu lagunya diputer berulang-ulang, yang diputer ya lagunya itu mulu, sampe-sampe temen-temen kantor lainnya itu pada bete dan bosen dengernya, kuping mereka semua udah tebel rasanya tiap hari dengerin si Fahmi muter lagu itu mulu haha. Sedangkan, Mas Fahmi nya kan seneng-seneng aja dengerin lagunya berulang-ulang karna dia bener-bener mendalami dan menghayati lagu itu. Soalnya, kalo dicerna baik-baik sih emang lirik lagunya itu galau banget dan liriknya itu pas banget kayak ngegambarin kisahnya Mas Fahmi banget gitu loh. Haha lah gue aja sampe kena virusnya Mas Fahmi. Gue juga jadi sering dengerin lagu itu mulu, berulang-ulang, berkali-kali, sampe hafal kali yak sama lagunya, sampe sampe sampe........... Sampe kapan deh gatau! -_-

Aduh pokoknya lagunya keren banget. Gue aja yang tadinya gatau lagu ini begitu lihat muka Mas Fahmi yang ganteng itu jadinya bener-bener penasaran banget sama lagu ini karna dari judulnya aja udah ngena banget, yaudah akhirnya besoknya langsung gue download lagu ini dan gue dengerin tiap hari, tiap saat, berkali-kali, berulang-ulang, gue hayati liriknya secara mendalam, sampe bikin gue terhanyut lalu tidur *eh maksudnya jadi pengen nangis gitu loh haha*

Saat dikerjain itu, Mas Fahmi juga disuruh nyanyiin lagu itu haha dengan gaya kecenya dia yang malu-malu itu dan suaranya dia yang pas-pasan itu haha iya sumpah suaranya dia pas-pasan karna suaranya dia juga udah berat banget ya jadinya gitu hehe maap mas fahmi *beratnya seberapa? satu ton ada? lah ini lagi cabe-cabean kepo-_- duh gak nyambung yekali* Dia nyanyiin lagu itu cuma pas bagian awalnya aja haha tapi tetep keren dong pastinya. PASTINYA!
Saat itu, dia juga dikerjain dengan cara dicariin jodoh diacara YKS itu buat para cewek-cewek yang mau saat itu disuruh dateng dengan pake jam tangan dikanan, soalnya Mas Fahmi emang suka pake jam tangan item dikanan dan beberapa gelang-gelang warna hitam dan coklat ditangan kiri. Duh dia kok sama kayak gue ya suka pake jam tangan sama gelang-gelang gitu. Cuma bedanya, kalo gue biasa pake jam ditangan kiri bukan dikanan haha.


Oh iya, Mas Fahmi ini kalo gak salah jago nge-desain gambar-gambar gitu di kaos baju dan dia juga punya toko online shop kalo gak salah. Kalo gak salah sih ya, itu pas aku baca di bio twitternya sih dia ada bilang gini goomikDOTcom as head of creative division. Wuiihh berarti hebat banget dong yah. YEAH!
Oh iya satu lagi nih, pas acara YKS special malam tahun baru itu aku sempet lihat Mas Fahmi inframe gitu, kayaknya sih itupun inframe nya gak sengaja ya haha secara dia kan orangnya gak narsis gitu. Inframe depan tv aja jarang malah gak pernah, kalo waktu itu dia gak dikerjain di YKS mungkin juga gak pernah tau deh orangnya gimana. Nah pas saat dia gak sengaja kena inframe pas malam tahun baru itu langsung deh fansnya pada heboh haha langsung pada mention ke twitter nya Mas Fahmi haha termasuk gue tapi gak dibales.-. *yaudah deh gapapa* mungkin termasuk dedek piranha, cabe-cabean, terong-terongan juga ikutan mensyen-mensyen gitu kali yah. Yakali-_- Eh tapi fansnya langsung pada banyak yang ngeh gitu ya pas dia gak sengaja kena inframe kamera haha padahal cuma beberapa detik doang loh itu haha aduh jarang-jarang loh bisa lihat dia inframe gitu walaupun cuma beberapa detik :" 

Nah iya, dia juga orangnya jarang banget foto dirinya sendiri gitu, makanya ketika gue mau cari foto dia buat dipajang di blog gue yah setengah mati deh nyarinya, tapi untung dapet sih beberapa moment yang menurut gue keren saat dia di foto haha =D Tapi nih ya, gak tau kenapa setiap di foto itu selalu aja Mas Fahmi kelihatan gendut banget dan agak cupu *maap mas* eh tapi serius loh ini, tapi begitu udah inframe depan tipi aja mukanya bener-bener ganteng dan gak kelihatan cupu apalagi gendut loh. Kelihatannya kece banget malah. Kece beudd! HAHA. mungkin emang efek kali ya kalo masuk tipi jadi kelihatan kece gitu, padahal mungkin aslinya................................ *ditabokkin dedek piranha* eh salah. harusnya ditabok fansnya Mas Fahmi, gatau nama fansnya apaan, oh iya FAHMIADDICT! *bersiap* *ambil ancang-ancang* *kaabbbuuuurrrr.

Oh iya, blognya dia keren juga loh cuma itu sih kayaknya blognya udah lama banget dan gak pernah dibuka lagi sama dia kayaknya dan gak tau kenapa. Tapi, keren-keren loh blognya haha lucu-lucu malah ceritanya. Penasaran? Pengen tau? Boleh deh nih dikasih bocoran silahkan mampir ke blognya Mas Fahmi; http://superfahmi.blogspot.com/

Karena saya baik hati dan tidak sombong dan rajin menanam *loh apa hubungannya?* dll, dkk,dsb, dansayabingung-_- Oke langsung aja nih alamat twitternya @fahmiwidyanto boleh di-follow dan di-stalk deh ya yang pengen tau dia seperti apa. Haha. Hoho.

Yaudah deh ya sekian. Soalnya saya juga bingung mau ngomong apa lagi soalnya gak banyak tau juga sih tentang Mas Fahmi kalo dibandingkan sama Mas Vean ya jelas gue lebih kenal sama Mas Vean lah ya haha. Gatau? Baca aja deh artikel gue tentang Mas Vean ada di artikel yang judulnya Moodbooster :3, Fireworks, The Awesome Motivator. Haha yaudah deh ya ntar gue malah diserbu sama dedek-dedek piranha, cabe-cabean, terong-terongan lagi kan berabe kalo gitu. HAHA!


Yowes. Sekian. Wassalam.





Glenn Fredly - Sedih Tak Berujung

Saat menjelang hari-hari bahagiamu
Aku memilih tuk diam dalam sepiku
Saat mereka tertawa diatas pedihku
Tentang cintaku yang telah pergi tinggalkanku
Aku tak perduli..
Sungguh tak perduli
Inilah jalan hidupku

Reff :
Ini aku kau genggam hatiku
Simpan didalam lubuk hatimu
Tak tersisa untuk diriku
Habis semua rasa didada

Selamat tinggal kisah tak berujung
Kini ku kan berhenti berharap
Perpisahan kali ini untukku
Akan menjadi kisah

Sedih yang tak berujung…

Back to Reff:
Ini aku kau genggam hatiku
Simpan didalam lubuk hatimu
Tak tersisa untuk diriku
Habis semua rasa didada

Selamat tinggal kisah tak berujung
Kini ku kan berhenti berharap
Perpisahan kali ini untukku
Akan menjadi kisah

Sedih yang tak berujung…