Sabtu, 28 September 2013

The Awesome Motivator

Motivator?
Menurutku, motivator adalah seseorang atau orang yang dapat memotivasi dirinya sendiri maupun diri oranglain. Sama dengan halnya inspirator, dia juga orang yang dapat memberikan inspirasi kepada oranglain untuk penyemangat hidup, agar orang tersebut selalu giat dalam menjalani kehidupannya. Begitulah yang gue tahu, meskipun mungkin persepsi oranglain berbeda-beda. Yasudahlah!
Motivator itu tak harus orang yang pandai, cerdas, bijak, orang terpandang sekalipun, ataupun orang terkenal dan sukses lainnya. Seorang motivator bisa saja orang yang kita kenal, orang terdekat, atau bahkan orang disekitar kita, ya bisa jadi. Beberapa orang pasti memiliki seorang motivator ataupun inspirator favorite mereka, seseorang yang dapat benar-benar membuat mereka sadar arti hidup yang sebenarnya, mengajari tentang arti kehidupan, atau malah membuat mereka benar-benar berubah dan bangkit dari keterpurukkan misalnya. Ya bisa saja! Aku adalah termasuk orang yang memiliki motivator tersendiri yang benar-benar telah membuka mata hati dan mata batinku tentang arti kehidupan yang sebenarnya, aku jadi lebih bisa bersyukur dengan apa yang aku miliki saat ini dan hal-hal lainnya.

Awalnya, aku tak begitu suka dan tak begitu memperhatikan tentang seberapa penting arti seorang motivator didalam hidupku sendiri, aku mulai berfikir tentang itu semua begitu aku mengenal sesosok lelaki tampan dan dewasa yang begitu berhasil mencuri pandanganku. Ia bukan benar-benar seorang motivator yang bijak, sekalipun bukan guru atau  bukan dosen atau bukan seorang yang ahli dalam bidang bahasa atau bukan seorang yang pandai merangkai kata-kata indah (oke maaf kebanyakkan ataunya-_-). Dia adalah Arvian Wahyu Mardhika atau biasa disebut Vean Mardhika. Ia hanya seorang broadcaster disalah satu televisi swasta terkenal seperti TRANSTV. Ia baru saja menjabat sebagai Creative diacara sahur di TRANSTV yang saat itu sedang booming dan saat itu sedang terkenalnya para crew-crew trans yang numpang eksis dicamera atau inframe begitu. HAHA! Ia baru bekerja di Trans selama 2tahun dan sebelumnya sudah pernah bekerja disalah satu televisi lokal dikota asalnya.
Aku tak tau kenapa aku begitu menyukainya sebagai motivatorku, dia berhasil membuatku benar-benar mengerti arti kehidupan dan membuatku lebih bersyukur lagi atas apa yang telah aku miliki. Awalnya, aku memang menyukainya karna ketampanannya, lalu aku berusaha mengenalnya lebih dekat dengan cara mencari twitter nya yang berhasil aku cari sendiri dan berhasil pula kutemukan. Ya, aku tau bahwa aku telah berkali-kali menceritakan tentang lelaki ini dan tidak ada bosan-bosannya, sepertinya. Tapi, aku senang bisa menceritakan tentangnya. Ia begitu istimewa dan aku menyukainya sebagai motivator pertamaku. YES!
Aku juga berusaha mengenalnya lebih dekat lagi dengan mencari-cari sendiri alamat blognya dan berhasil ku temukan pula. Lalu, ku baca semua artikel-artikelnya dan setelah aku selesai membaca semua artikel blognya, saat itulah aku langsung jatuh hati padanya, sang motivator. Semua artikelnya menceritakan tentang kehidupan pribadinya dan juga cerita-cerita menarik lainnya. Susah senang perjalanan hidupnya ada disana, semuanya telah ia ceritakan. Aku jadi lebih tau bagaimana kehidupan pribadinya yang tak bisa kutemukan ditempat lain. Cerita-cerita tersebutlah yang membuat aku tertegun dan speechless! AMAZING♥
Kalian bisa ambil hikmah dari perjalanan hidupnya, atau bahkan belajar banyak pengalaman dari dia. Semuanya bisa kalian dapatkan dan belum belum bisa kalian dapatkan ditempat lain. 

Lembar demi lembarnya seakan menjadi saksi betapa rumitnya hidup, betapa pahitnya hidup, bahkan betapa manisnya hidup itu jika kita mengerti arti dibalik itu semua. Dialah yang mengajarkan pentingnya rasa bersyukur itu terhadap Tuhan. Dialah yang mengajarkan betapa berharganya waktu yang gak bisa kalian ulang lagi. Dia juga mengajarkan betapa kerasnya hidup itu, karna dia telah merasakan kerasanya hidup yang dia jalani, saat dia di cemooh orang dan diremehkan tetapi dia tetap sabar dan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya, agar oranglain tak dapat meremehkannya dan dia berhasil membuktikan itu semua kepada oranglain bahwa dia bisa sukses, dia bisa mewujudkan mimpinya, dia berhasil. Semua omongan oranglain itu terbayar sudah dengan hasil keringat dan jerih payahnya selama ini. 
Lembar demi lembarnya juga menceritakan tentang kehidupan masa lalunya yang oranglain tak ketahui dan kini menjadi tahu, semua ada didalam artikel blognya. Aku jadi tau seperti apa dirinya, seperti apa kehidupannya, seperti apa masa lalunya, dan semua semuanya. 

Thanks Mas Vean! Thank you so much♥ You still be my pride. Always love you and always read all of your blog articles. Thank you so much for your wonderful articles♥ I LOVE YOU SO DAMN MUCH, MAS♥ http://veanmardhika.blogspot.com/ 







Jumat, 27 September 2013

The Pieces of Story (Part 2)

Sebelumnya di The Pieces of Story 1

Setelah gue kenal dengan Mercon dan akhirnya pada saat itu kita mulai deket, padahal saat Mercon ngedeketin gue itupun posisi gue sedang deket sama Nanas meskipun gue tau dua-duanya sama-sama udah punya pacar tapi mereka berdua seolah-olah ngasih harapan lebih ke gue dan awalnya gue seneng direbutin sama dua orang ini (hah? Direbutin? Okeguepedebgt-_-), tapi lama-lama gue jadi gak seneng direbutin mereka berdua karena akhirnya gue bingung harus milih yang mana, lalu yang kedua gue udah jadi bahan omongan para kakak-kakak kelas dan berita yang gue denger adalah gue di cap sebagai cewek tukang rebut cowok orang, ngerti kan maksudnya? Gue dikira ngedeketin dua cowok ini dan dikira berniat untuk merebut keduanya dari pacar mereka masing-masing. Mereka kira gue cewek apaan? Huft! Itulah alasan kenapa gue menyerah, sedangkan kalo dipikir-pikir itu bukan gue yang berniat ngerebut dua cowok itu, mereka yang berusaha untuk ngedeketin gue. Tapi, yasudahlah waktu itu kan gue cuma anak kelas 7 yang baru masuk SMP dan cuma bisa pasrah jadi bahan omongan kakak-kakak kelas saat itu :’)
Dan pernah gue mengalami suatu kejadian dimana saat itu, dua cowok ini sore-sore pulang dari sekolah dan mereka ketemuan dijalan lalu ngobrol dijalan sambil ngendarain motornya masing-masing, mereka berdua lalu saling sms gue dan terlibat adu pukul diantara keduanya. (ehh enggak mereka enggak pukul-pukulan-_-) Oke! Mereka ngomongin tentang gue dijalan waktu itu, mereka berdua saling tuduh menuduh kalo gue suka sama salah satu dari mereka. Duh gimana ya jelasinnya? Susah banget ini-_- Gini loh, jadi si Adaw as Nanas itu nuduh gue suka sama si Mercon dan begitupula sebaliknya. Si Mercon nuduh gue kalo gue suka sama Adaw. Mereka berdua sok-sok ngerelain kalo misalnya gue suka sama si Mercon atau si Adaw. Ya begitulah pokoknya. Gue sendiri aja bingung gimana mau jelasinnya-_-
Padahal saat itu, gue sukanya sama Adaw, karena gue kenal duluan sama Adaw dan kenal udah lama. Sedangkan, saat itu gue belum lama kenal sama Mercon dan gue masih belum ada perasaan apa-apa. Sampe akhirnya, gue sering smsan sama mereka berdua. Lalu, si Adaw pernah nanya ke gue yg intinya menanyakan apakah gue berharap sama dia? Maksudnya adalah berharap lebih buat jadi pacarnya. Ya saat itu sih iya gue berharap sama dia, yaudah akhirnya begitu dia tau gue punya harapan lebih kedia eh malah guenya di permainkan. Gue sakit hati banget! Lalu, sampai pada puncaknya adalah nyokap gue (wih terlalu keren bahasanya-_-) alias mama gue ngebaca sms gue sama Adaw saat gue sedang tidur malam-malam. Kejadian itu ketahuan sama mama gue dan gue berhasil diceramahin sampe panjang lebar, sampe mau nangis guenya. Mama ngasih tau gue, supaya gue gak terlalu berharap lebih sama cowok, terutama Adaw karna dia tetangga gue dan orangtua gue gak mau kalo itu terjadi nanti kita pacaran lalu tetangga lainnya tau dan jadi bahan omongan lalu putus silaturahmi dan blablabla.. *itu urusan orangtua* Gue sampe hampir nangis sumpah, hape gue hampir disita, dan hampir hampir-_- Begitulah. Tapi mama gue sih gak marah besar cuma sekedar ngasih tau doang. Lah tapi ini bapak gue marahnya habis-habisan. Tapi bersyukur saat itu posisi gue lagi libur lebaran di Jawa dan cuma sama mama dan adek doang disana, bapak gue gak ikut karna sibuk. Syukur banget! Soalnya kalo gue ketemu sama bapak gue pasti bisa habis gue kena marah. Yasudahlah! Akhirnya Adaw pun udah tau soal orangtua gue marah-marah itu. Gue lost contact sama dia sampe sekarang bahkan meskipun kita tetanggaan tapi kalo ketemu gak pernah ngomong, cuma sekedar ngelirik atau ngelihat doang. Udah gitu aja!

Sampe akhirnya, gue berusaha buat lupain dia dan gak komunikasi sama sekali dengan dia dan akhirnya gue berhasil move on dari Adaw. YES!
Tapi, begitu gue udah move on dari Adaw eh malah gantian berharapnya sama Mercon. Padahal, awalnya kan mereka berdua yang berharap sama gue dan kenapa sekarang justru berbalik? OH MEN!! Inikah yang namanya KARMA? 

Oke lanjut!
Setelah gue kenal dengan Mercon dan kita saling komunikasi lewat sms tiap hari dan suka lihat-lihatan pas disekolah, lalu dari pandangan itu timbul senyum yg terlukis dan akhirnya saling senyum. Jujur aja, gue ini orangnya jutek, cuek, galak (katanya sih) tapi, setelah gue kenal sama mercon, entah kenapa dia selalu bisa bikin hari-hari gue bersemangat dan berwarna, karena tiap malem waktu gue lagi smsan sama dia, dia pasti selalu ngingetin gue untuk senyum apalagi kalo ketemu dihadapan dia, gue mesti kasih senyum manis kedia supaya bikin dia seneng (katanya). Dan setiap ketemu pun kalo gue lupa, dia selalu ngingetin dengan kasih kode atau bahasa isyarat dari dirinya untuk nyuruh gue supaya senyum. Yap! Gue mengerti apa yang diisyaratkan dari dia, otomatis gue langsung tersenyum. Dan begitulah setiap harinya gue bakal selalu tersenyum karna dia dan untuk dia :)

Tapi, gak setiap saat gue bakal bisa senyum untuk dia, terkadang gue juga pernah mengalami suatu fase dimana gue gak pengen senyum sama sekali kedia sewaktu gue lagi badmood dan bener-bener gak pengen ketemu apalagi senyum sama dia. Biasanya, itu terjadi kalo gue udah liat dia berduaan sama pacarnya disekolah, atau dia lagi asik sama cewek lain alias temen-temen ceweknya itu dia pasti bakal lupa sama gue. Dia pasti gak bakal berpaling ataupun ngelihat kearah gue karna dia lagi asik ngobrol sama pacarnya ataupun sama temen-temennya. Dan disitu gue badmood banget dan pernah juga waktu ketemu dia, gue cuma kasih muka sedih ke dia dengan manyunin bibir, lalu dia juga ikutan manyun dan pasang muka sedih. Walaupun gue tau, dia gak suka lihat gue sedih kayak gitu tapi mau gimana lagi, namanya juga cewek kalo lagi badmood pasti gitu. Dan lama kelamaan, dia kalo ketemu gue suka manyunin bibirnya, maksudnya itu tanda muka sedih gitu dan gue cuma bisa senyumin dia lalu tanya dengan gerakan bibir tanpa bersuara, "kenapa?" dan dia selalu jawab "gapapa" sambil gelengin kepalanya dan gue coba untuk pahami itu. Dan setelah gue tau alasannya kenapa, ternyata dia bilang bahwa gue adalah orang yang cuek, galak, judes, dan suka banget sedih, sering murung, sering galau, sering ngelamun, ya gitu-gitu deh menurut dia. Jadilah dia suka manyunin bibirnya kalo ketemu gue dan gue suka nyebut dia sebagai Mr. Manyun haha kece sekalih kakaa.. Tapi, gue juga menyadari akan hal itu di diri gue dan gue makasih banget sama dia karna dia adalah satu-satunya cowok yang udah berhasil bikin gue tersenyum setiap hari. Makasih banget! Karna sebelum gue ketemu sama dia, gue gak pernah diperhatiin sama cowok sampe kayak gini. Gue juga jadi bisa ngerasain rasanya punya kakak cowok yang selalu ngejagain gue dan menyayangi gue, meskipun dia bukan kakak kandung gue dan kita berdua beda keyakinan. Iya gue sama mercon itu beda keyakinan, sama halnya dengan mercon dan pacarnya, yah sebut aja Derita. Mereka berdua juga beda keyakinan. Tapi, biar begitu gue sayang banget sama dia. Sayang banget! Meskipun sekarang gue udah move on dari dia tapi rasa sayang gue kedia tetep ada sebagai kakak :’).

Iya gue suka sama mercon, gue seneng sama dia, gue sayang sama dia, lalu gue juga cinta sama mercon saat itu. SAAT ITU LOH~ OH NO! Gue tau dia udah punya pacar dan gue juga tau kalo pacarnya itu gak suka sama gue karna dikiranya gue mau ngerebut Mercon dari Derita, tapi gue juga sadar diri kalo hubungan gue sama mercon cuma sebatas kakak-adik yang saling sayang dan kita berdua sama-sama tau kalo rasa sayang itu lebih dari sekedar perasaan kakak-adik, tapi bukan perasaan sayang untuk pacar dan gue juga gatau itu apa namanya. Yaudahlah! Kita berdua jalanin aja apa adanya.
Sampe akhirnya, kita makin deket dan deket banget. Kita sering sms-an, iya kita sms-an tiap malam sambil saling memberikan perhatian satu sama lain dan lama kelamaan kok kita jadi sering manggil sayang-sayangan. Awalnya, gue cuma manggil dia “kakak sayang” dan dia manggil gue “adek sayang” tapi dia gak mau, dia maunya dipanggil “sayang” gitu aja. Yasudah gue ikuti kemauannya daripada dia marah dan ngambek. Oke gue juga ikhlas manggil dia begitu karna emang gue sayang sama dia dan karna dia juga sayang sama gue, jadi dia manggil gue sayang juga. Gue jadi makin bingung. Hubungan gue sama dia itu sebenernya apaan? HTS (Hubungan Tanpa Status)? TTM (Teman Tapi Mesra)? Kekasih Gelap? (ckck udah kayak judul lagu aja-_-) Atau apa? GUE BINGUNG. GUE GAK NGERTI. Hubungan kita itu abstrak dan absurd banget-_- *nahlo

Yang gue bingungin adalah……. Kita berdua ngakunya kakak-adik tapi kok manggilnya sayang-sayangan? Aaaahhhh gue jadi makin bingung. Hubungan itu tuh ngegantung, gue berasa digantungin sama dia, gue berasa jadi selingkuhannya dia, pokoknya semuanya serba gak jelas. Dan gara-gara itu juga udah banyak airmata yang gue keluarin karna dia, ya karna mercon udah nge-PHP-in gue. Dia jahat banget! Oh okay, gue tau ini emang perasaan kita berdua yang salah dan situasinya gak memungkinkan. Yasudahlah gue ikhlasin aja, biar aja dulu mereka pacaran untuk kedepannya terserah Allah yang mengatur semuanya :’)


Makasih buat semuanya yang udah baca artikel ini meski gue tau ini panjang banget dan melelahkan. Gue aja capek ngetiknya, apalagi kalian yang bacanya-_-
Ah sudahlah! Meskipun cerita ini belum berakhir dan masih ada kelanjutannya, ditunggu aja kalo emang mood gue bagus sih biasanya pasti gue lanjutin ceritanya, tapi kalo mood gue jelek yaudah gue males buat ngelanjutinnya. Dan satu-satunya cara kalo kalian kepo dan penasaran sama cerita kehidupan nyata gue ini, tunggu aja sampe mood gue bagus dan gue bakal lanjutin ceritanya. Okebay! 

Minggu, 15 September 2013

The Pieces of Story (Part 1)

Ini adalah sebuah cerita tentang kehidupan nyata dari sang penulis yang berhasil diposting dalam blog ini. Yap langsung saja!

Waktu demi waktu terus bergulir. Tak terasa, kini aku telah menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama. Ya disinilah aku menemukan suasana baru, tempat baru, teman baru, guru baru, sampai baju baru. Iya, baju pertamaku mengenakan pakaian putih-biru, seragam khas anak SMP. Rasanya seperti menemukan dunia lain yang jauh lebih indah dibandingkan masa-masa Sekolah Dasar ku yang sudah ku jajali selama 6tahun lamanya itu yang sudah hampir benar-benar membuatku bosan. Sangat amat bosan! Bayangkan saja selama 6tahun lamanya aku hanya bertemu dengan teman-teman yang itu-itu saja setiap harinya dan suasana yang nyaris sama selama 6tahun itu. Masa SD memang yang paling mengesankan karna waktu yang ditempuh itu sangat lama sekali jika dibandingkan dengan masa-masa sekolah yang lain. Dan untuk yang pertama kalinya kita berpisah sama temen-temen SD dan walaupun ada lumayan banyak juga yang akhirnya waktu SMP tetep satu sekolah dan ketemu lagi, bosan memang tapi yasudahlah toh banyak juga kok ketemu temen-temen baru dari sekolah lain.

Yasudahlah, daripada membahas masalah SD yang gak ada habisnya kalo diceritain dan pastinya ngebosenin juga haha engga juga sih sebenernya. Mendingan bahas sewaktu masa SMP itu jauh lebih asik. Aku mau cerita tentang cinta monyet aku sewaktu SMP. Pasti semuanya juga pernah ngalamin cinta monyet kok sewaktu SMP. Cinta monyet itu bukan cinta sama monyet tapi cinta yg masih abstrak dan belum mengarah ke cinta yg tujuannya serius. Labil gitu lah kalo bahasa gaulnya! Haha begitulah. Langsung saja pada ceritanya *jengjeng* 

-

Awal masuk SMP sebagai anak kelas 7 dan jadi adik kelas paling bungsu dan selalu dimarah-marahin sama guru karna sifat kekanak-kanakan kita waktu itu yg katanya masih kebawa sifat SD. Oke sekedar tau aja sih itu. Pokoknya awal masuk SMP itu juga aku sempet deket sama beberapa cowok ya dia kakak kelas aku, waktu itu sih mereka kelas 9. Ya sebut saja dia Nanas atau Adaw juga boleh, tapi biasanya aku suka nyebut dia dengan nama samarannya yaitu Adaw. But it's up to you! Oke jadi, dia itu sebenernya tetangga aku, kita tinggal disuatu komplek perumahan yang sama. Iya aku juga kenal sama dia, kenal kok kenal, namanya juga tetanggaan.
Awalnya sih biasa aja ya sama dia, dia juga waktu itu kan anggota osis jadi dia ikutan nge-MOS anak kelas 7 jadi ya waktu itu sempet saling lihat-lihatan dan dianya senyum-senyum gajelas-_-
Waktu aku ikut ekstrakurikuler yg sama kayak dia itu tepatnya DrumBand, dia suka gangguin aku pas lagi ikutan MOS ekskul itu. Pernah, waktu lagi MOS dan kita semua lagi dibarisin dengan yg cewek rambut diiket dua pake pita pink sambil bawa papan nama yang gede itu juga warna pink. Aku udah berdiri dengan tegap dan sikap siap, eh malah diganggu sama dia, dia coba ngelucu dengan mukanya yg aneh itu biar aku ketawa tapi alhasil aku cuma senyum-senyum aja, yah akunya gak ketawa karna emang sebenernya itu gak lucu-_- Sampe akhirnya, aku udah sebel banget diganggu sama dia, akhirnya ku injak deh kakinya haha kasian loh padahal dia cuma pake sendal jepit doang, sedangkan aku pake sepatu. Bayangin aja deh dia kesakitan gitu karna aku injak sampe ngadu ke kakak senior haha terus kakinya pake dicuci di air keran segala pula haha lucu sumpah. lol!
Dia itu pokoknya suka ganggu gitu lah, suka ngegodain juga haha sampe-sampe waktu lagi MOS Drumband itu aku lagi duduk serius dengerin seniornya ngomong, terus dia dibelakang lagi main basket dan pas bola basketnya itu kelempar hampir kena kepalaku eh malah ditangkep sama dia dan dia kayak berusaha nyelamatin aku gitu loh kayak difilm-film itu haissh-_- Akhirnya, aku gak jadi kena bola basket berkat diselamatin dia. Huft selamat deh! Tapi, parahnya itu kakak senior malah pada nge-ciye-in gitu, mereka bilang ke nanas, "NANAS MODUS! ADAW! ADAW!" iya gitu kata mereka sambil teriak-teriak, maksudnya dia modus sengaja sok mau jadi pahlawan kayak begitu sengaja buat deketin aku. Duh apa-apaan coba, gue malu banget sumpeh, padahal cuma gitu doang masa dan kita kan juga udah kenal karna tetanggaan jadi biasa aja. HH-_-
Oke lanjut, hubungan aku sama nanas itu tadi gak jelas alias abstrak banget, semenjak saat itu kita jadi deket dan gak tau gimana ceritanya bisa jadi sering smsan dan sedeket itu, padahal saat itu dia juga pacaran sama kakak kelas 8. Huft gue gatau saat itu tapi gue justru malah berharap sama dia! Aneh banget sumpah. Dan padahal juga saat itu, tetangga aku satunya lagi yg rumahnya deket bgt sama nanas tadi itu (sepertinya) suka sama aku dan dia pernah minta nomer handphone aku tapi gak ku kasih. Huft nyesel dan ngerasa bersalah banget :|

Oke lupakan! 
Sewaktu, MOS Drumband itu juga ada kakak senior yang ngeliatin gue mulu dan gatau deh dia ngeliatin gue mulu sewaktu si nanas itu ngedeketin dan ngegangguin gue. Dia banyak tanya-tanya tentang gue ke nanas dan coba untuk ngedeketin gue. Pernah, sewaktu MOS Drumband itu semua anak disuruh memperkenalkan diri dan saat gue maju untuk memperkenalkan diri itu dia udah buru-buru standby duduk paling depan tepat didepan gue dengan gaya duduk posisi enaknya dia lalu nopang dagu untuk ngeliatin gue dan nyaris gak berkedip, itu dia ngelihatnya gak biasa dan gak nyantai banget sumpah. Silahkan dibayangkan sendiri! Dan sepanjang gue memperkenalkan diri itu dia ngeliatin gue mulu dan gue makin ilfeel-_- Selesai memperkenalkan diri gue bilang "terimakasih" dan satu-satunya orang yang gue denger ngejawab ucapan gue dengan kata "samasama" itu cuma kakak senior yg tadi ngeliatin gue mulu itu, iya sebut saja dia Mercon. Gue kaget dan degdegan banget lalu gue duduk. Setelah itu ada istirahat dan pas istirahat itu aku duduk-duduk sambil ngobrol bareng dan ketawa bareng Nanas. Dan si Mercon tadi juga masih ngelihatin gue mulu, dia kayaknya bingung banget, kenapa gue bisa sedeket itu sama Nanas. Lalu, dia ikutan gabung dan duduk disebelah Nanas dan ikutan ngobrol bareng kita. Selesai istirahat kita balik ke barisan dan latihan baris-berbaris. Baris-berbaris ala drumband dan Paskibra itu berbeda. Gue awalnya sempet bingung dan gue rasa saat itu kalo gue kakinya salah mulu. Bahkan gue tambah grogi karna diliatin dengan serius lagi dengan kakak senior yang tadinya gue gak tau siapa namanya, ya itu tadi si Mercon. Dia serius banget ngeliatnya, serius banget! Sampe-sampe waktu ada kumpulan papan nama milik kami, dia bongkar dan dia kayak nyari-nyari gitu dan yang dia dapetin dan dia pegang itu justru papan gue dan dia baca isinya itu nama lengkap gue beserta tanggal lahir gue.
Akhirnya, MOS DBS hari pertama berakhir dan semua papan nama yang dikumpulin tadi itu disuruh ngambil dan dibawa pulang. Semua anak udah dapet papan nama mereka masing-masing dan gue masih bingung nyari dimana papan nama punya gue, dan ternyata ada ditangan salah satu kakak senior dan papan gue ada diposisi paling bawah. Begitu gue mau ngambil papan nama itu dan gue udah megang papannya diujung sebelah kanan, ternyata disisi kiri itu ada kakak senior tadi yang ngeliatin aku itu juga mau ngambil papan aku. Terjadilah pandang-pandangan mata untuk yg pertama kalinya antara aku dan dia alias si Mercon, kayak di film-film ituloh. Iya, jadi aku megang papan disisi kanan, dia disisi kiri lalu tatapan dan itu so sweet banget♥ Begitulah yang gue inget. Meskipun sebenernya cerita ini panjang banget dan kayaknya gak bakal muat kalo diceritain semua secara detail tapi gue berusaha inget semuanya kejadiannya :')

Lanjut!
Sampe yang aku inget banget, waktu awal bulan September 2012, tepatnya tahun lalu. Dan kalo gak salah sih tanggal 9 September 2012 dan tepatnya lagi malam minggu waktu itu si Mercon ngesms aku untuk ngasih info bahwa hari minggu nanti ekskul diliburkan. Lalu, ku balas "terimakasih infonya kak" dan katanya dia "samasama". Lalu, berlanjutlah sms itu kemasalah drumband dan dia nanya-nanya ke aku nanti mau pegang alat apa, ya pokoknya smsan itu terus berlanjut diantara kita. Sampe-sampe itu malamnya aku gak bisa tidur karna dapat sms dari dia dan justru smsannya berlanjut dan aku baru sadar bahwa itu adalah kakak senior yg ngelihatin aku sewaktu MOS DBS itu. Weowe banget! Sampe akhirnya, besok paginya tepat minggu pagi atau minggu siang gitu kita masih smsan dari semalem dan dia ngesms aku lagi dan dia menyatakan perasaannya sama aku, dia bilang kalo dia suka sama aku meskipun saat itu dia lagi sepedaan sama pacarnya ke Lanud dan bodohnya dia malah bilang kepacarnya kalo dia suka sama aku. Bayangin aja sendiri gimana perasaan pacarnya? Udah pasti sakit hati banget kan. Secara lah si Mercon kan ngomongnya frontal gitu ke ceweknya, gimana ceweknya gak marah coba. Katanya dia sih sempet sedih dan nangis gitu waktu tau itu. Dan karna itu, pacarnya dia jadi kayak musuhin aku gitu, kayak gak suka sama aku. Padahal waktu MOS sekolah itu, ceweknya dia yg ngajarin aku baris-berbaris, tapi ini MOS sekolah loh bukan MOS ekskul. Awalnya, kita justru biasa aja dan baik-baik aja. Eh sekarang malah jadi musuhan gitu, pokoknya kalo ketemu sama aku tuh kayaknya gak suka banget. Kata Mercon sih, dia suka sama aku karna aku mirip pacarnya. Iya bisa jadi, waktu itu pas MOS kan ceweknya yg ngelatih baris kelasku dan bisa aja waktu dia lagi ngeliatin ceweknya eh gak sengaja ngelihat aku juga dan malah jadi suka dan katanya sih waktu itu dia udah mau keluar dari drumband eh gajadi karna tau aku ikutan ekskul drumband. Gila kan? Gilak banget!
Ya akhirnya dari situlah, aku sama mercon semakin dekat dan sering smsan. Waktu dia nyatain perasaannya itu, aku bilang aja sih ke dia untuk jalanin aja dulu sama pacarnya yang sekarang, jangan sakitin dia karna dia kan perempuan jadi aku juga tau persis gimana perasaannya :')

Berlanjut ke The Pieces of Story 2


Sabtu, 14 September 2013

Hujan dan Pelangi

Hujan.

Aku selalu senang setiap kali hujan turun apalagi jika aku dapat merasakan butiran-butiran tetes air hujan yang turun ke bumi, rasanya semua beban telah hanyut bersama air hujan yang membasahi tubuh. Aku sangat senang menangis dikala hujan turun karena hujan seakan selalu mewakili perasaanku yang sedang gundah, ya menangis bersama hujan. Langit seakan ikut menangis ketika melihat diriku ini menangis. Hujan seakan menjadi saksi bisu bahwa diriku ini sedang berduka dan menuangkannya lewat tangisan bersama hujan. Hujan akan selalu menutupi setiap tetes airmata yang jatuh dan takkan ada seorangpun yang bisa melihatku menangis dibawah tetesan air hujan, ya takkan ada yang tau kecuali aku, Tuhan dan hujan.

Hujan dan pelangi selalu datang untuk membawa berkah bagi setiap makhluk hidup dan seisinya. Keduanya selalu membawa berkah bagi setiap orang yang melihat dan merasakannya. Ternyata, hujan memiliki kemampuan menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Itulah mengapa setiap orang yg melihat hujan akan selalu teringat atau terkenang tentang masa lalunya. Hujan juga selalu menghadirkan cerita-cerita manis maupun pahit disetiap tetesnya. Hujan juga selalu menghadirkan kebahagiaan dan keceriaan bagi sebagian orang yang menyukainya, karena ada banyak pesan yang tersampaikan lewat hujan, termasuk kenangan hidup, begitu juga dengan pelangi. Entahlah mengapa keduanya begitu istimewa diciptakan oleh Tuhan dan sangat melekat dihati bagi sebagian orang, termasuk diriku. Karena, aku selalu yakin setelah hujan turun akan selalu ada pelangi yang hadir menghiasi langit dan selalu memberikan kebahagiaan bagi setiap orang yang melihatnya. Ya karena, pelangi begitu indah dan berwarna menghiasi langit yang tadinya gelap kelabu dan mendung kelam karna turunnya hujan. Ya begitulah biasanya, akan selalu ada kebahagiaan yang hadir setelah kesedihan. Percayalah! Pelangi akan datang setelah redanya hujan :')

NO RAIN, NO RAINBOW.